
Pertumbuhan PT Petrosea Tbk (PTRO) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda positif yang signifikan. Setelah menghadapi tantangan berupa biaya pra-operasi yang tinggi dan kontribusi terbatas dari aset hasil akuisisi, perseroan kini memasuki fase strategis yang dianggap sebagai titik balik penting bagi pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, selama sembilan bulan pertama 2025, PTRO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 6,93 juta, meningkat sebesar 141,8% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih sebesar 18,42% menjadi US$ 603,84 juta. Peningkatan ini terutama berasal dari segmen konstruksi & rekayasa serta penambangan, disertai dengan perbaikan margin operasi. Pada September 2025, total aset PTRO mencapai US$ 1,39 miliar, sementara kas dan setara kasnya mencapai US$ 66,06 juta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Analis dari Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap, menyatakan bahwa PTRO saat ini berada pada momentum ekspansi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didukung oleh lonjakan kontrak multikomoditas bernilai besar dan kolaborasi dengan klien papan atas.
βPTRO kini memasuki fase pertumbuhan signifikan yang didukung oleh kontrak besar dan terdiversifikasi di sektor batu bara, nikel, serta tembaga/emas. Klien-klien seperti Vale, Freeport, BP Berau, dan ekosistem CUAN memberikan dukungan kuat,β ujar Juan dalam pernyataannya.
Portofolio proyek PTRO terus berkembang pesat. Selama tahun 2024, perseroan berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar US$ 1,9 miliar, termasuk proyek EPC BP Berau, HPAL Pomalaa milik Vale, Daya Bumindo Karunia, serta kontrak pertambangan dengan Pasir Bara Prima dan Global Bara Mandiri.
Pada 2025, akselerasi ini berlanjut dengan pengamanan kontrak sebesar US$ 1,5 miliar dari Niaga Jasa Dunia, Bara Prima Mandiri, Freeport Indonesia, hingga kontrak 10 tahun jasa pengupasan lapisan tanah untuk INCO di Bahodopi, Sulawesi. Dengan demikian, total backlog PTRO telah melebihi US$ 4,5 miliar, memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang kuat.
Selain memperkuat basis kontrak, PTRO juga aktif memperluas cakupan bisnisnya. Ekspansi ke layanan EPC/EPCI dipercepat melalui akuisisi Hafar dan Scan-Bilt, sekaligus membuka pintu menuju proyek-proyek internasional. Langkah ini dinilai akan meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
Ekspansi PTRO ke segmen EPC/EPCI melalui akuisisi Hafar dan Scan-Bilt, ditambah dengan peningkatan eksposur proyek internasional, diproyeksikan dapat mendorong kenaikan margin EBITDA menjadi lebih dari 19,2% pada 2026 dibandingkan 14,0% pada 2024. ROE juga diprediksi melonjak ke 12,5% dari 3,9% seiring ramp-up proyek utama.
Dengan momentum ini, pasar dinilai memiliki peluang untuk memberikan re-rating yang lebih kuat kepada PTRO, didorong oleh prospek kenaikan kapitalisasi serta peluang masuk ke indeks global. Proyeksi peningkatan kinerja mulai 2026 dan perbaikan ROE membuat PTRO memiliki peluang re-rating harga yang signifikan, sejalan dengan potensi saham untuk masuk indeks MSCI big cap.
Samuel Sekuritas merekomendasikan spec-buy untuk PTRO dengan target harga Rp17.000. Pada perdagangan Selasa (9/12/2205), saham PTRO ditutup di level Rp10.400. Dalam sebulan terakhir, saham ini telah meningkat sebesar 21,64%, sedangkan sepanjang tahun ini telah meroket sebesar 276,4%.