Didepak Bersama Kluivert, Alex Pastoor Anggap Target Piala Dunia 2026 Tidak Realistis bagi Timnas In

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Didepak Bersama Kluivert, Alex Pastoor Anggap Target Piala Dunia 2026 Tidak Realistis bagi Timnas In


Alex Pastoor akhirnya angkat bicara kepada media setelah pembubaran rombongan pelatih asal Belanda yang dipimpin oleh Patrick Kluivert di Tim Nasional Indonesia. Rombongan staf kepelatihan Negeri Kincir Angin ini dibubarkan setelah kegagalan Tim Garuda dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Tim asuhan Kluivert mengalami dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak, yang memperparah situasi mereka. Hasil buruk tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan harapan timnas Indonesia maju ke putaran lima dan membidik jatah melalui play-off antarbenua menuju Piala Dunia 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

PSSI merespons protes keras publik yang menuntut pemecatan Kluivert. Pada Kamis (16/10/2025), striker legendaris Belanda itu resmi berpisah dengan Indonesia beserta jajaran staf pembantunya. Alex Pastoor, salah satu asisten Kluivert, juga ikut terlibat dalam rombongan ini.

Mantan pelatih Almere City ini menceritakan pengalamannya bekerja selama sembilan bulan bersama Kluivert. Menurutnya, target lolos ke Piala Dunia 2026 yang diberikan kepada Tim Garuda terlalu berat. Indonesia dinilai belum memiliki kapasitas cukup untuk membidik jatah di turnamen terbesar sejagat.

Jay Idzes dan rekan-rekannya masih harus menghadapi ketertinggalan kualitas dari lawan-lawan mereka yang berada di level lebih tinggi.

"Sebenarnya, baik di lapangan maupun di antara staf pelatih, kami berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka," kata Pastoor dalam wawancara Rondo besutan Ziggo Sport.
"Saya pikir kami sudah melakukan itu sepenuhnya. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan kelas seperti ini (Arab Saudi dll.)," ucap pria 58 tahun tersebut.

Pastoor bersama Denny Landzaat, seorang figur top asal Belanda, diperbantukan sebagai dua asisten Kluivert. Namun, kolaborasi yang tampak ideal pada awalnya harus bubar karena dianggap tidak memenuhi standar ekspektasi.

Pastoor mengaku tidak terkejut dengan desakan pemecatan di Timnas Indonesia. Namun, dia bertanya-tanya karena pada awalnya menduga PSSI menjanjikan proyek jangka panjang untuk geng Belanda ini, bukan selesai dalam beberapa bulan.

"Anda sudah terlalu lama di sepak bola untuk terkejut dengan hal semacam ini," tambahnya.
"Tapi saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia."
"Jika suasana menjadi sangat negatif, Anda juga harus bertanya-tanya seperti apa atmosfer yang akan Anda hadapi."
"Kami tidak tahu itu, tapi mereka (PSSI) berkonsultasi beberapa hari setelah kembali dari Jeddah dan memutuskan bahwa ini adalah akhir dari semuanya," kata pelatih yang pernah membantu Denzel Dumfries berkembang di Sparta Rotterdam.

Alex Pastoor membeberkan bahwa kesepakatan geng Belanda dengan PSSI mencakup tiga target proyek yang disetujui. Akan tetapi, setelah satu misi saja gagal terpenuhi—lolos ke Piala Dunia—nyatanya semua poin yang disepakati di awal harus ikut buyar. Semua anggota staf kepelatihan yang direkrut untuk berbagai level penugasan pun turut dibubarkan.

"Sejauh yang saya pahami, kesepakatan itu ada tiga poin," ujar Pastoor tentang rencana PSSI.
"(Poin pertama) Akan hebat jika bisa mencapai Piala Dunia. Namun, sebagai tim peringkat ke-119 dunia, itu tidak mudah ataupun tak logis."
"Yang kedua, Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen akan berusaha merekrut pemain lokal ke tim U-23 dan U-20."
"Yang ketiga, menarik lebih banyak pemain kompetitif ke level ini di negara dengan 280 juta penduduk dalam jangka panjang."
"Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Sekarang semua orang telah dipecat," lanjutnya.

Meski kiprahnya singkat dan dianggap gagal, Alex Pastoor mengungkapkan sisi positif soal persepakbolaan di Indonesia.

"Ada begitu banyak antusiasme di sana tentang sepak bola – dan pada awalnya, tentang kehadiran kami juga," imbuh pria yang juga pernah menukangi NEC Nijmegen.
"Akibatnya, Anda harus menjamin bahwa Anda akan berhasil. Tapi itu tidak pernah dibahas."
"Saya berbicara dengan agen Patrick siang ini. Mereka pasti sedang merencanakan sesuatu. Selalu ada kemungkinan kami akan tetap bersama," tutup Pastoor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan