Dik RH Gemetar Dihubungi Polisi, Akibat Uang Rp 100 Ribu Sopir Truk

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Dik RH Gemetar Dihubungi Polisi, Akibat Uang Rp 100 Ribu Sopir Truk

Pria Tertangkap Karena Memalak Sopir Truk di Jawa Barat

Seorang pria berinisial RH (28) mengalami gemetar saat dirangkul oleh petugas kepolisian. Penangkapan ini terjadi setelah RH ditangkap karena melakukan pemalakan terhadap seorang sopir truk. Peristiwa ini bermula dari uang sebesar Rp 100 ribu yang diduga dimiliki oleh pelaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi yang diperoleh, RH ditangkap oleh polisi karena tindakan pemalakan yang dilakukan di jalan raya Gunung Sindur-Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi tersebut direkam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, RH meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada sopir truk dengan alasan pengawalan. Terjadi perdebatan antara pelaku dan korban, hingga akhirnya sopir truk menyerahkan beberapa lembar uang kepada RH.

Kapolsek Gunung Sindur, Kompol Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan video yang beredar. "Betul, kami mengamankan seorang pelaku pemalakan sopir truk kemarin," kata Budi dikonfirmasi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa pelaku mengaku melakukan pemalakan untuk membeli minuman keras. Namun, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan tindakan lain dari pelaku.

"Alasan pelaku bilangnya buat beli minuman," ungkap Budi. Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyatakan akan menindak tegas tindakan yang meresahkan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan patroli di jalur rawan kejahatan. "Kami mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan setiap kejadian menonjol atau tindak kriminal di lingkungannya," ucap Wikha.

Upaya Pemberantasan Premanisme di Jabar

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa sebanyak 27 kota dan kabupaten di Jabar secara serentak membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme. Pembentukan satgas ini dilakukan karena kebutuhan mendesak untuk menekan praktik-praktik premanisme yang merugikan warga dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dedi menjelaskan bahwa tujuan dari pembentukan satgas ini adalah untuk melindungi berbagai kalangan masyarakat, termasuk petani, pedagang, guru, dan pengusaha. "Semua harus dilindungi dari premanisme," ujar Dedi dalam rilisnya.

Ia menyoroti adanya praktik pungutan liar yang sering terjadi di berbagai sektor, mulai dari jalan raya hingga kawasan industri. "Di jalan sopir dimintain, di pasar dimintain, di industri dimintain, kita harus tertibkan itu," katanya.

Satgas Pemberantasan Premanisme terdiri dari berbagai unsur, termasuk Polri, TNI, Polisi Militer, Kejaksaan, BIN Daerah, Satpol PP, serta sejumlah instansi pendukung lainnya. Mereka dibagi ke dalam empat bidang utama: pencegahan dan komunikasi publik, intelijen, penindakan, serta rehabilitasi.

Langkah Konkret untuk Menangani Premanisme

Pembentukan satgas ini menjadi langkah konkret dalam upaya memberantas praktik premanisme yang selama ini mengganggu kenyamanan masyarakat dan menghambat perkembangan ekonomi. Dengan kolaborasi antar lembaga dan penguatan kebijakan, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan atau tindak kriminal di sekitarnya. Dengan demikian, kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian dapat memperkuat sistem penegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Jabar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan