
Kedatangan Debt Collector ke Rumah Nasabah Mengundang Perhatian
Kasus kedatangan debt collector (DC) pinjaman online atau pinjol ke rumah nasabah kembali menjadi perbincangan. Dalam kasus terbaru, seorang nasabah Kredivo mengaku didatangi oleh DC yang awalnya tampil sopan, namun kemudian meminta agar barang-barang di rumah dijual untuk menutupi tunggakan utang.
Cerita ini disampaikan langsung oleh korban dan kemudian dibagikan oleh Advokat/Pengacara & Konsultan Hukum, sekaligus konten kreator, Jamal SH, dalam kanal YouTube-nya. Menurut pengakuan korban, awalnya DC datang dengan sikap baik dan diizinkan masuk untuk berbincang. Namun, suasana berubah ketika DC mulai menyarankan agar barang-barang rumah dilepas, bahkan menyuruh korban meminjam uang ke tetangga. Saat korban mengatakan benar-benar tidak memiliki uang, DC memberikan tenggat waktu selama tiga hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Masalah makin memburuk ketika korban meminta identitas dari DC. Alih-alih menunjukkan kartu identitas, DC justru bersikap kasar dan menolak menunjukkan identitas dengan alasan privasi. Korban malah diarahkan untuk menelepon atasan DC tersebut.
“Jujur saya sudah enggak sanggup bayar. Kalau datang lagi saya harus gimana?” ujar Jamal meniru keluhan korban.
Kasus ini membuka mata banyak orang bahwa masih banyak nasabah yang belum paham hak-haknya saat berhadapan dengan DC lapangan. Padahal, penagihan pinjaman online diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Nasabah Saat Didatangi DC
Saat didatangi DC, hal pertama yang wajib dilakukan adalah menanyakan identitas secara lengkap. Mulai dari ID card, KTP, hingga surat tugas resmi. Surat tugas ini harus mencantumkan identitas penagih, pemberi tugas, nama nasabah, alamat, serta nilai tunggakan. Tanpa itu semua, nasabah berhak menolak penagihan.
Selain itu, DC juga wajib memiliki sertifikasi profesi penagihan. Sertifikat ini adalah bukti legal bahwa mereka memang berizin melakukan penagihan. Jika DC mengaku dari pihak ketiga, maka surat kuasa dan perjanjian kerja sama dengan Kredivo juga wajib ditunjukkan.
Nasabah juga perlu tahu bahwa DC tidak berhak menyuruh menjual barang, apalagi memaksa atau mengintimidasi. Jika penagihan dilakukan dengan cara arogan, marah-marah, atau intimidatif, nasabah berhak menolak dan bahkan merekam sebagai bukti.
Namun, jika DC datang dengan sopan, sikap nasabah juga sebaiknya tetap santun. Menjaga komunikasi tetap baik bukan berarti menyerah pada tekanan. Ingat, ini soal ketidakmampuan membayar, bukan tidak mau membayar.
“Gagal bayar karena kondisi keuangan terganggu itu berbeda dengan sengaja tidak mau bayar,” tegasnya.
Edukasi Penting untuk Nasabah
Edukasi dan pemahaman inilah yang penting agar nasabah tidak merasa sendirian dan tertekan di rumahnya sendiri. Dengan mengetahui hak-hak mereka, nasabah bisa lebih siap menghadapi situasi seperti ini tanpa merasa takut atau bingung.