
Kondisi Cuaca Ekstrem Mengganggu Aktivitas Sekolah Dasar Negeri 12 di Kubu Raya
Di Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, kondisi cuaca ekstrem sering kali menjadi tantangan bagi siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12. Sekolah ini berada di kawasan pesisir yang rentan terhadap pasang air laut dan ombak besar.
Kondisi tersebut mulai terasa saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Pasang air laut yang disertai ombak besar seringkali naik hingga mencapai permukaan tanah. Hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu. Siswa sering kali diliburkan ketika cuaca sedang tidak stabil.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Marjanah, salah satu guru di SDN 12, mengungkapkan bahwa situasi ini terjadi setiap tahun. "Kami hanya bisa pasrah. Karena ini setiap tahun kami rasakan," katanya.
Menurutnya, saat cuaca ekstrem terjadi, pihak sekolah harus segera mengambil tindakan dengan menghentikan sementara proses belajar mengajar. "Kebijakan kami, kalau airnya pasang kami liburkan anak-anak, kemudian saat airnya surut kami masuk kembali seperti biasa," jelasnya.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh media lokal, kondisi cuaca tersebut tidak menyebabkan bangunan sekolah roboh. Namun, beberapa fasilitas di sekitar sekolah membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Marjanah juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar dapat memberikan anggaran untuk perbaikan bangunan sekolah. "Harapan ke pemerintah itu ada. Tapi informasi yang kami dapat untuk bangunan sekolah kami, anggarannya tahun depan," ujarnya.
Dampak Cuaca Ekstrem pada Kehidupan Sekolah
Cuaca ekstrem yang terjadi secara berkala memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari di sekolah tersebut. Selain mengganggu aktivitas belajar mengajar, kondisi ini juga memengaruhi psikologis siswa dan guru. Mereka harus siap dengan perubahan jadwal yang tidak pasti.
Beberapa hal yang terjadi akibat cuaca ekstrem antara lain:
- Pembelajaran Terhenti: Saat pasang air laut tinggi, sekolah harus menutup sementara. Hal ini membuat siswa kehilangan waktu belajar.
- Perawatan Fasilitas: Beberapa fasilitas di sekolah memerlukan perbaikan karena terkena dampak cuaca ekstrem.
- Kesiapan Guru: Guru harus selalu waspada dan siap mengambil keputusan cepat saat cuaca buruk terjadi.
Harapan untuk Perbaikan
Marjanah berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan anggaran untuk perbaikan bangunan sekolah. Ia juga berharap agar kebijakan yang ada dapat lebih fleksibel dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan siswa serta guru. Dengan dukungan yang cukup, SDN 12 dapat tetap beroperasi dengan baik meskipun berada di kawasan pesisir yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Kesimpulan
Sekolah Dasar Negeri 12 di Desa Kuala Karang menghadapi tantangan besar akibat kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, situasi ini tetap memengaruhi aktivitas belajar mengajar dan kesejahteraan siswa. Diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu sekolah ini tetap berjalan dengan lancar.