
Revitalisasi Ruang Kelas SDN II Jatigreges Dijadwalkan Tahun 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menyatakan bahwa revitalisasi ruang kelas SDN II Jatigreges, Kecamatan Pace, akan menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan setelah meninjau langsung kondisi bangunan sekolah tersebut.
Menurut Puguh, revitalisasi akan dilaksanakan pada tahun 2026. Proyek ini tidak hanya menargetkan ruang kelas 4 yang atapnya ambruk, tetapi juga ruang kelas 5 dan 6. Kondisi ruangan kelas 5 dan 6 dinilai sama memprihatinkan dengan kelas 4, sehingga perlu segera diperbaiki.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Revitalisasi akan mencakup tiga ruang kelas, yaitu kelas 4, 5, dan 6," ujarnya. Ia menegaskan bahwa usulan pembangunan proposal revitalisasi akan menjadi prioritas dalam pengajuan di tahun 2026.
Puguh juga mengimbau kepada pihak sekolah lain yang memiliki bangunan kelas yang berpotensi membahayakan agar segera mengajukan usulan revitalisasi. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan berusaha mengakomodir semua usulan tersebut.
Di bulan Oktober hingga November tahun ini, Disdik sedang melakukan rekapitulasi terhadap usulan sekolah-sekolah. Selain itu, pihaknya aktif melakukan pemetaan terhadap sekolah yang membutuhkan revitalisasi bangunan.
Peristiwa Atap Kelas Ambruk
Sebelumnya, atap satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Jatigreges, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Peristiwa robohnya atap ruang kelas terjadi pada Jumat (24/10/2025) sekira pukul 07.49 WIB. Saat kejadian, para siswa dan guru sedang berkegiatan di luar ruangan kelas.
Kondisi atap ruang kelas 4 memang sudah memprihatinkan sebelumnya. Saat peristiwa terjadi, seluruh siswa sedang melaksanakan kegiatan bersih-bersih area luar kelas. Berdasarkan data, jumlah siswa kelas 4 adalah enam orang.
Tanda-tanda atap kelas mau ambruk sempat disadari oleh dua siswa. Mereka mendengar suara seperti patahan rangka atap ketika berada di dalam kelas untuk mengambil perlengkapan. Mendengar suara itu, keduanya langsung beranjak dari dalam kelas dan menuju ruang guru.
Mereka melaporkan ada yang tak beres pada struktur atap kelasnya. Para guru pun mengecek ruang kelas 4. Tak lama setelah dicek, atap ambruk.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait untuk lebih waspada terhadap kondisi bangunan sekolah. Puguh menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kondisi gedung sekolah, terutama yang berusia tua atau memiliki struktur yang tidak stabil.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat dan para siswa untuk lebih aktif melaporkan tanda-tanda kerusakan pada bangunan sekolah. Dengan begitu, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.
Dalam waktu dekat, Disdik akan terus memantau perkembangan kondisi sekolah-sekolah di Kabupaten Nganjuk. Tujuannya adalah untuk memastikan semua bangunan sekolah aman dan layak digunakan oleh siswa serta guru.