
Kembali Menghidupkan Kawasan Pantai Matras
Pantai Matras, yang dulu menjadi ikon utama Kabupaten Bangka, kini kembali mendapat perhatian serius dari pihak dinas terkait. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Bangka berupaya keras untuk mengembalikan kejayaan kawasan ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membangun dan meresmikan kawasan Exotic Matras sejak tahun 2023 lalu.
Kepala Dinparbud Kabupaten Bangka, Rismi Wira Madonna, menyampaikan bahwa Exotic Matras diharapkan dapat menjadi penggerak kembali bagi kawasan pariwisata Pantai Matras. Ia menegaskan bahwa kawasan ini tidak boleh hilang dari ingatan masyarakat, meskipun kini ada banyak pilihan pantai lain yang lebih diminati.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita bekerja sama dengan Pokdarwis untuk membuka tempat ini sebagai pusat ekonomi kreatif," ujar Wira, Jumat (14/11/2025). Upaya ini juga mencakup penyelenggaraan event-event edukasi kepada masyarakat dan pelajar. Selain itu, akan diselenggarakan workshop-workshop ekonomi kreatif agar kawasan ini bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.
Tantangan dan Solusi
Meskipun kawasan Exotic Matras memiliki potensi besar, lokasinya yang cukup jauh dari pusat Kota Sungailiat menjadi salah satu kendala. Namun, Wira berharap masyarakat dapat hadir dan menikmati berbagai aktivitas yang tersedia di sana.
"Daripada anak-anak kita hanya bermain game terus, mungkin bisa datang melihat kegiatan-kegiatan yang ada di Matras," ujarnya. Untuk menarik minat masyarakat, kawasan Exotic Matras harus dikelola secara baik oleh Pokdarwis yang profesional dan komitmen dalam pengelolannya.
Wira juga menjelaskan bahwa kawasan Exotic Matras akan dibuka secara rutin setiap akhir pekan. "Karena di Matras ini yang ramai pengunjungnya memang tiap weekend. Kalau hari-hari biasa mungkin agak berat," jelasnya.
Keringanan Biaya dan Retribusi
Pelaku ekonomi kreatif yang menjajakan produknya di kawasan ruko-ruko Exotic Matras diberi keringanan tanpa dipungut biaya alias gratis. "Sementara kita gratiskan ini karena kondisi masyarakat seperti ini tidak bisa langsung kita pungut (biaya sewa-red). Jadi untuk setahun ini kita free-kan," ujarnya.
Jika nanti retribusi biaya sewa diterapkan, nominal yang harus dibayarkan pun tergolong tidak berat. "Kalau retribusi di perda kita itu tidak berat, hanya Rp150 ribu per bulan. Saya pikir itu tidak memberatkan lah sebetulnya, pemerintah ini tidak mau lah memberatkan masyarakatnya," jelasnya.
Pengelolaan Kawasan dan Kendala Pembangunan
Biaya retribusi masuk kawasan Pantai Matras memang dari dulu diserahkan ke pihak ketiga. Sementara pengelolaan kawasan pantai dan sekitarnya dikelola Pokdarwis setempat dan tenaga kebersihan yang dibayar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka.
Di samping itu, Wira juga menjelaskan kendala pembangunan di kawasan Pantai Matras. Sebagian wilayah Pantai Matras ada yang berstatus Hutan Produksi Konversi (HPK) dan ada pula yang berstatus sebagai aset Pemkab Bangka. "Karena berada di kawasan HPK, kita tidak boleh membangun permanen, hanya boleh memelihara aset yang sudah terbangun," jelasnya.