Dirut Agrinas Buka Suara Soal Alasan Impor 105 Ribu Mobil Pikap

Dirut Agrinas Buka Suara Soal Alasan Impor 105 Ribu Mobil Pikap

PT Agrinas Pangan Mengimpor 105 Ribu Unit Pikap dari India

PT Agrinas Pangan mengambil keputusan untuk mengimpor 105 ribu unit mobil pikap dari India, setelah kapasitas produksi dalam negeri dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Keputusan ini diambil sebagai opsi terakhir setelah pihak perusahaan melakukan negosiasi dengan berbagai produsen otomotif lokal.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa langkah impor tersebut bukan dilakukan secara mendadak tanpa komunikasi dengan industri otomotif nasional. Ia menegaskan bahwa seluruh produsen lokal telah diundang dan diberikan kesempatan untuk memberikan penawaran.

Beberapa model yang telah dihubungi antara lain Mitsubishi L300, Suzuki Carry, Isuzu D-Max, serta Toyota Hilux yang diwakili oleh Astra International. Namun, hasil pembahasan menunjukkan bahwa kapasitas pasokan dari produsen lokal masih jauh dari kebutuhan Agrinas.

“Mereka hanya mampu menyediakan 1.000 unit sampai Maret 2026 dan 800 unit dari April sampai Mei. Sementara kebutuhan kami mencapai ratusan ribu unit, sehingga tidak bisa terpenuhi,” jelas Joao dalam wawancara Real Talk bersama Uni Lubis di Kantor Agrinas, Kamis (25/2/2026).

Selain masalah volume, faktor harga juga menjadi pertimbangan utama. Joao mengaku telah mencoba menegosiasikan skema pembelian dalam jumlah besar (bulk purchase), namun produsen disebut tidak memberikan harga khusus.

“Saya sudah menegosiasi dengan mereka. Kita beli dalam jumlah besar, seharusnya harganya bisa jauh lebih murah. Tapi mereka bilang tidak ada skema pembelian massal,” katanya.

Menurut dia, kebutuhan kendaraan Agrinas berada di luar segmen pasar reguler yang selama ini dilayani produsen otomotif nasional. Unit tersebut akan digunakan untuk program operasional berskala besar sehingga memerlukan pendekatan produksi dan harga yang berbeda.

“Pasar kami ini agak di luar pasar yang biasanya mengonsumsi produk mereka. Jadi harus dilihat sebagai kebutuhan khusus,” imbuhnya.

Joao menegaskan bahwa impor dilakukan bukan untuk mengabaikan industri dalam negeri, melainkan karena keterbatasan kapasitas produksi dan harga yang dinilai belum kompetitif untuk pembelian dalam jumlah besar. Dengan demikian, impor 105 ribu unit pikap dari India dinilai menjadi solusi agar kebutuhan operasional Agrinas dapat terpenuhi tepat waktu.

Alasan Impor Dilakukan

  • Kapasitas Produksi Lokal Tidak Memadai
    Produsen otomotif lokal hanya mampu menyediakan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan kebutuhan Agrinas.
    Dari hasil pembahasan, kapasitas pasokan yang sanggup dipenuhi produsen lokal dinilai masih jauh dari kebutuhan Agrinas.

  • Masalah Harga
    Negosiasi untuk pembelian dalam jumlah besar tidak berhasil mendapatkan harga yang kompetitif.
    Saya sudah menegosiasi dengan mereka. Kita beli dalam jumlah besar, seharusnya harganya bisa jauh lebih murah. Tapi mereka bilang tidak ada skema pembelian massal.

  • Kebutuhan Khusus
    Kendaraan yang dibutuhkan Agrinas digunakan untuk operasional berskala besar, sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda dari pasar reguler.
    Pasar kami ini agak di luar pasar yang biasanya mengonsumsi produk mereka. Jadi harus dilihat sebagai kebutuhan khusus.

Penjelasan Lebih Lanjut

Joao menjelaskan bahwa keputusan impor tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebaliknya, perusahaan telah melakukan komunikasi dengan seluruh produsen otomotif lokal sebelum mengambil keputusan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dan memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi.

Ia juga menekankan bahwa impor dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Dengan kebutuhan yang sangat besar, perusahaan merasa bahwa tidak ada pilihan lain selain mengimpor kendaraan dari luar negeri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan