Disarpusda Majalengka Tingkatkan Literasi dengan Kearifan Lokal

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Disarpusda Majalengka Tingkatkan Literasi dengan Kearifan Lokal
Disarpusda Majalengka Tingkatkan Literasi dengan Kearifan Lokal

Program Pengembangan Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal di Majalengka

Di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Majalengka menunjukkan langkah progresif dengan meluncurkan program pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam melestarikan budaya lokal melalui kepenulisan dan literasi kreatif, sehingga warisan pengetahuan daerah tidak hilang tergerus perubahan zaman.

Bimbingan Teknis Kepenulisan Berakar pada Kearifan Lokal

Program utama dari kegiatan ini bertajuk "Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal" yang dilaksanakan secara luring di Gedung Layanan Perpustakaan Disarpusda Majalengka. Kegiatan ini berlangsung bertahap selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2025, dengan melibatkan 60 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, pegiat literasi, dan masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia penulisan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka, Nono Heryano, S.I.P., K.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan menulis, melainkan proses pembinaan intelektual dan kultural untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menulis dari akar budaya sendiri. "Kami ingin melahirkan penulis-penulis Majalengka yang tidak hanya piawai dalam merangkai kata, namun juga memahami nilai-nilai budaya kearifan lokal," tuturnya, Selasa 6 Mei 2025.

Menurut dia, menulis hal ini sebagai bentuk pelestarian, dan literasi berbasis kearifan lokal menjadi benteng agar generasi muda tidak tercerabut dari identitasnya. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi penulis lokal Majalengka yang produktif, berwawasan budaya, dan mampu menembus ruang publik nasional dengan karya yang berakar dari tanah sendiri.

"Tulisan itu jejak peradaban. Dengan menulis dari kearifan lokal, kita menjaga agar nilai-nilai budaya Majalengka tetap hidup dan relevan di tengah era disrupsi digital," tutur Nono.

Literasi sebagai Gerakan Kebudayaan

Plt. Kepala Bidang Perpustakaan, Agus Mulyanto, S.K.M, menegaskan, bahwa gerakan literasi harus diletakkan dalam konteks kebudayaan, bukan semata aktivitas membaca dan menulis. "Kearifan lokal itu sumber inspirasi tak terbatas. Maka dengan menulis tentang tradisi, bahasa, tokoh, dan kisah lokal, kita bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga memperkuat karakter masyarakat Majalengka," jelas Agus.

Agus menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi Majalengka Langkung Sae, yang menempatkan literasi sebagai instrumen penguatan identitas daerah dan pembangunan sumber daya manusia berkarakter.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan fasilitas berupa suvenir, sertifikat, uang fullday, transport lokal, dan konsumsi harian. Namun lebih dari itu, mereka memperoleh pengalaman menulis yang bernilai dan bermakna. Sebab menulis untuk melestarikan, bukan sekadar berkarya.***


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan