
Kerja Sama Pemerintah dan Universitas untuk Membangun Desa Digital
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon, berupaya mempercepat terwujudnya desa digital yang transparan dan mandiri. Program ini diluncurkan dalam sebuah kegiatan di Teras Pendopo Kuningan pada Kamis (6/11/2025). Tujuan utamanya adalah mendorong transformasi digital di tingkat desa, sehingga pemerintahan desa lebih efektif dan partisipatif.
Enam desa telah ditunjuk sebagai role model dalam program desa digital. Keenam desa tersebut adalah Desa Ragawacana, Gandasoli, Kertayasa, Mekarmulya, Mekarsari, dan Pemulihan. Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, menyambut baik kolaborasi antara Pemkab Kuningan, UGJ, dan pihak-pihak lain yang mendukung transformasi digital desa. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud nyata dari peningkatan tata kelola pemerintahan desa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami berharap seluruh desa dapat difasilitasi pembuatan website dengan domain desa.id. Apalagi kerja sama ini tidak dikenai biaya alias gratis. Enam desa tersebut bahkan sudah berhasil menerapkan website dengan domain resmi desa.id,” ujar Bupati Dian.
Dekan FISIP UGJ Cirebon, Hj. Siti Khumayah, menjelaskan bahwa masih ada 355 desa di Kabupaten Kuningan yang belum memiliki domain desa.id, sementara 19 desa lainnya sedang dalam proses. Ia menegaskan bahwa FISIP UGJ siap melanjutkan kerja sama pelatihan, pendampingan penyusunan regulasi turunan Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2025, serta penguatan kapasitas aparatur desa.
“FISIP UGJ berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM desa melalui program studi yang relevan. Dengan Kuningan Melesat, UGJ maju, FISIP keren meren, dan Diskominfo informatif, kami siap berkontribusi,” ujarnya.
Rektor UGJ, H. Achmad Faqih, menambahkan bahwa tema Transformasi Desa Melesat bukan sekadar slogan, melainkan refleksi nyata adaptasi desa terhadap regulasi dan digitalisasi. Ia menilai bahwa desa yang maju harus mampu melaporkan kegiatan, mengidentifikasi potensi, serta menyampaikan informasi secara transparan melalui website masing-masing.
“Tridharma perguruan tinggi siap kami optimalkan untuk mendukung pengembangan desa. UGJ sudah menjadi kampus digital, dosen digital, dan mahasiswa digital. Kami ingin dampak digital ini langsung dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Ciayumajakuning,” katanya.
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), H. Mukarto Siswoyo, menyebut peluncuran enam website desa digital sebagai bukti nyata implementasi kolaborasi quad helix antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha. Ia menilai bahwa konsep yang selama ini hanya teori kini terwujud nyata di Kuningan. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut dan penguatan kapasitas pengelola website agar transparansi dan layanan publik desa semakin efektif.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jajang Hermawan. Ia menilai bahwa website desa dapat menjadi media literasi digital sekaligus mendorong inklusi ekonomi. Ia berharap enam desa role model ini bisa direplikasi di 355 desa lainnya.
“Website desa perlu didukung edukasi digitalisasi pembayaran, perlindungan konsumen, dan literasi pajak digital. Kami berharap enam desa role model ini bisa direplikasi di 355 desa lainnya,” kata Jajang.
Acara ditutup dengan peresmian enam website desa digital oleh Bupati Kuningan sebagai tonggak awal tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan adaptif terhadap era digital. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, Ketua YPSGJ H. Mukarto Siswoyo, Rektor UGJ H. Achmad Faqih, Sekda Kuningan, Kepala Diskominfo H. Ucu Suryana, perwakilan Bank Indonesia, Bank BJB Kuningan, kepala OPD, camat, kepala desa, dan mahasiswa FISIP UGJ.