
Kerja Sama Jateng dan Jatim untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua provinsi tersebut. Penandatanganan MoU ini dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat, 24 Oktober 2025 malam. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah terjalin sebelumnya, sehingga menambah beberapa kerja sama baru.
Kerja sama antara Pemprov Jateng dan Pemprov Jatim mencakup berbagai sektor penting yang berpotensi meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kedua provinsi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa bidang yang akan dikerjasamakan antara lain:
- Dinas Ketahanan Pangan Jateng dan Jatim: Terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan.
- Dinas Koperasi dan UMKM Jateng dan Jatim: Fokus pada pemberdayaan dan pengembangan koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng dan Jatim: Menyediakan fasilitasi pengembangan industri dan perdagangan.
- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng dan Jatim: Fasilitasi pengembangan SDM di bidang industri produk tekstil dan alas kaki.
- Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim: Mengelola perlindungan tanaman.
- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng dan Jatim: Fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Selain itu, beberapa BUMD dari kedua provinsi juga menjalin kerja sama. Contohnya:
- PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama.
- PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda).
- PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim.
- Kadin Jateng dengan Kadin Jatim.
- Hipmi Jateng dengan Hipmi Jatim.
Luthfi mengatakan bahwa MoU ini akan segera ditindaklanjuti, tidak hanya oleh organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga oleh BUMD, Kadin, dan Hipmi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi baru di berbagai sektor di dua provinsi tersebut.
Kerja sama ini juga merupakan bentuk dari collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan mampu memperkuat perekonomian Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut Luthfi, ada banyak potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan antara kedua provinsi. Misalnya, kebutuhan susu di Jawa Tengah yang bisa dipenuhi dari Jawa Timur, serta gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas, Jawa Tengah, yang sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.
"Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam mendukung kebijakan Presiden, serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat," ujar Luthfi.
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, menyatakan bahwa Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah pusatnya nusantara. Ia mengatakan bahwa pernyataan dari Mbah Kiai Maimoen Zubair bahwa Jawa Timur dan Jawa Tengah harus bersatu menjadi dasar dari kerja sama ini.
"Jika Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) menyebutnya sebagai pusat, maka beliau menyebut Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai pusat Indonesia," ucap Khofifah.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara kedua provinsi. Seluruh elemen strategis di kedua provinsi diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama. Salah satu contohnya adalah dalam bidang perekonomian, di mana kedua provinsi termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tentu, harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya, ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur, ini bentuk sinergi dan kolaborasi," pungkas Khofifah.