Disporapar Kalbar Kembangkan Wisata Emas Jadi Wajah Pariwisata Daerah

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 27x dilihat
Disporapar Kalbar Kembangkan Wisata Emas Jadi Wajah Pariwisata Daerah

Visi Pariwisata Emas 2045 Kalimantan Barat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendukung visi besar Pariwisata Emas 2045. Visi ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata utama dunia melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Dukungan itu dibuktikan dengan gelaran Dialog Interaktif Menuju Pariwisata Emas 2045 Kalimantan Barat yang diinisiasi oleh Disporapar Kalbar. Kegiatan ini bertempat di Desa Wisata Kampung Caping, Pontianak pada Selasa, 21 Oktober 2025 dengan menghadirkan Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, yang secara langsung memaparkan arah pembangunan pariwisata Kalimantan Barat dalam menyongsong visi Pariwisata Emas 2045.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Windy menyampaikan, kegiatan ini sejalan dengan upaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata utama dunia yang berfokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM pariwisata, serta pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

Melalui dialog interaktif ini, kita harapkan lahir berbagai gagasan inovatif dan kolaboratif untuk memajukan sektor pariwisata Kalimantan Barat menuju masa depan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berwawasan global, kata Windy.

Dialog ini juga sebagai langkah nyata yang dilakukan Disporapar Kalbar untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Dikatakannya bahwa sektor industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan adanya industri MICE ini dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan sehingga mendukung pengembangan menuju Pariwisata Emas 2045, ujarnya.

Melalui industri MICE, diharapkan muncul strategi efektif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu mendorong tercapainya target Pariwisata Emas 2045.

Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi wadah kita semua untuk bertukar gagasan, memperkuat sinergi antar pelaku pariwisata, serta menumbuhkan inovasi dalam menghadirkan pariwisata Kalimantan Barat yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, jelas Windy.

Windy juga menekankan pentingnya kolaborasi Hexahelix untuk Membangun Citra dan Identitas Wisata Emas Kalbar sebagai wajah pariwisata daerah. Selain itu, di penghujung acara, Kadisporapar Kalbar Windy Prihastari turut memberikan Apresiasi Anugerah Desa Wisata (ADWI) kepada Desa Batu Lintang Sui Ulik Kabupaten Kapuas Hulu, dan Desa Jagoi Babang Bengkayang.

Sebagai informasi, konsep Pariwisata Emas sendiri selaras dengan sistem manajemen lingkungan EMAS (Eco-Management and Audit Scheme) yang banyak diterapkan di Eropa. Skema ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dalam sektor pariwisata.

Strategi Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan

Pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi antar sektor. Industri MICE menjadi salah satu contoh nyata dari kerja sama lintas pemangku kepentingan. Dengan memadukan kebutuhan bisnis, pertemuan, dan pameran, industri ini membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Adanya kolaborasi Hexahelixyang mencakup pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, media, dan organisasi non-pemerintahdiharapkan mampu membangun citra dan identitas pariwisata Kalimantan Barat yang kuat. Dengan pendekatan ini, semua pihak dapat saling berkontribusi dalam menciptakan destinasi wisata yang unik dan berkelanjutan.

Selain itu, penghargaan Anugerah Desa Wisata (ADWI) diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap desa-desa yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengembangan pariwisata lokal. Hal ini menjadi motivasi bagi masyarakat setempat untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pariwisata.

Konsep Pariwisata Emas dan Keberlanjutan

Konsep Pariwisata Emas 2045 tidak hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Seperti skema EMAS yang diterapkan di Eropa, konsep ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam sektor pariwisata.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, Kalimantan Barat dapat menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Kolaborasi, inovasi, dan komitmen terhadap keberlanjutan akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi Pariwisata Emas 2045. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kalimantan Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan