
Pemulihan pasca-bencana di Sumatra terus berjalan, seiring dengan distribusi energi yang dilakukan secara terus-menerus. Di tengah gangguan akses darat dan logistik, kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS) memainkan peran penting dalam memastikan pasokan BBM dan bantuan kemanusiaan sampai ke wilayah yang terdampak.
Di dermaga Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, kapal MT Kasim kembali menjadi jalur logistik yang sangat krusial. Pada hari Sabtu (6/12), kapal tersebut memuat 3.000 KL biosolar, 1.400 KL Pertamax, dan 3.000 KL Pertalite untuk dikirim ke Sibolga, Sumatra Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Muatan ini kami harapkan bisa tiba tepat waktu, untuk memulihkan aktivitas saudara-saudara kita. Untuk bahan bakar kendaraan logistik, serta dukungan pemulihan di wilayah yang masih berjuang untuk bangkit. Kami juga mengangkut bantuan di kapal ini, untuk mengoptimalkan jalur laut dalam penyaluran harapan ke saudara-saudara kita," ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, Senin (8/12).
Selain BBM, MT Kasim juga membawa paket bantuan kemanusiaan. Hal ini menjadikannya bukan hanya sekadar kapal tanker, tetapi juga "kapal harapan" bagi warga yang kehilangan rumah, akses logistik, maupun kebutuhan dasar.
Distribusi energi tidak hanya bergantung pada satu armada. Kapal tanker MT Kamojang juga berlayar nonstop dari Teluk Kabung menuju Meulaboh dan Krueng, membawa 6.500 KL BBM berupa solar B40, Pertalite, dan Pertamax. Perjalanan tetap berlangsung meskipun cuaca buruk dan gelombang tinggi menghantam jalur pelayaran. Dua kapal ini menegaskan bahwa distribusi energi tidak dapat berhenti, terutama di tengah kondisi darurat.
Hingga saat ini, PIS telah mengirim empat gelombang bantuan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat, udara, serta laut, dengan koordinasi lintas entitas dalam Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML): PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), PT Pertamina Energy Terminal (PET), dan PT Pertamina Port and Logistics (PPL).
Jenis bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan, kasur, hingga selimut disesuaikan dengan kondisi mendesak di lokasi terdampak. Pada pengiriman terbaru, PIS juga memberangkatkan tim relawan SH IML untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Vega menegaskan langkah ini merupakan komitmen moral sekaligus operasional PIS sebagai bagian dari Pertamina Group. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat sedikit meringankan beban para korban terdampak serta membantu pemulihan kondisi pasca bencana,” harapnya.
Melalui operasi kapal yang terus berjalan—menembus gelombang, cuaca ekstrem, dan keterbatasan jalur darat—PIS memastikan energi, logistik, dan bantuan tetap bergerak menuju wilayah yang membutuhkan.
Berbagai Bentuk Bantuan yang Diberikan
- Bahan Pangan: Termasuk makanan siap saji, beras, dan makanan kemasan yang cocok untuk kebutuhan darurat.
- Perlengkapan Bayi: Seperti popok, susu formula, dan pakaian bayi yang diperlukan oleh keluarga yang terdampak.
- Perlengkapan Kebersihan: Termasuk sabun, shampo, dan alat pembersih lainnya untuk menjaga kesehatan masyarakat.
- Kasur dan Selimut: Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti tempat tidur dan perlindungan dari dingin.
- Alat Bantu Logistik: Seperti perahu karet, alat transportasi darurat, dan peralatan yang dibutuhkan untuk operasi pemulihan.
Tantangan dalam Distribusi Energi
- Cuaca Buruk: Kapal-kapal harus melewati badai dan gelombang tinggi, yang bisa mengganggu perjalanan dan keselamatan awak kapal.
- Akses Darat Terbatas: Jalan-jalan yang rusak atau tertutup longsoran membuat distribusi melalui darat sulit dilakukan.
- Koordinasi Lintas Entitas: Perlu adanya kerja sama antara berbagai unit Pertamina untuk memastikan pengiriman bantuan berjalan efisien dan cepat.
Peran Penting Kapal Tanker
- Menyediakan BBM: Membantu mobilisasi kendaraan logistik dan kebutuhan masyarakat setempat.
- Mengangkut Bantuan Kemanusiaan: Menjadi sarana utama untuk menyampaikan bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
- Membawa Harapan: Setiap pengiriman menjadi simbol semangat dan dukungan dari masyarakat luas kepada korban bencana.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, PIS terus berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan dan energi tetap tersalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, meski dalam kondisi yang sangat sulit.