Menghadapi Putus Cinta Melalui Chat: Tips dan Pandangan yang Perlu Diketahui
Putus cinta melalui chat atau pesan singkat seringkali dianggap sebagai hal terburuk yang bisa terjadi dalam hubungan. Terlebih jika mantan tidak bersedia bertemu secara langsung untuk menjelaskan alasan perpisahan tersebut. Rasanya pasti sedih, bercampur rasa kesal. Tapi mengapa ada orang yang hanya berani mengatakan putus tanpa bertatap muka?
Menurut pandangan para ahli, putus cinta melalui chat bisa menjadi tanda bahwa mantan tidak menghormati dirimu. Sikap ini juga dapat membuat seseorang merasa kurang berharga. Meski demikian, cara putus seperti ini masih sering terjadi, terutama karena situasi pandemi yang membatasi pertemuan langsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jika kamu mengalami hal ini, bagaimana sebaiknya kamu menghadapinya? Berikut beberapa tips dan pandangan yang bisa kamu pertimbangkan:
Jika Seseorang yang Kamu Sukai Menolakmu
Belum jadian, belum berkencan, bahkan baru saja kenalan, namun mendadak gebetan memutuskan menolakmu melalui chat? Tentu saja, rasanya sama menyakitkannya seperti mengalami putus cinta dalam hubungan yang lebih serius. Namun, para dating coach mengatakan bahwa kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri atas penolakan tersebut. Cobalah untuk mengubah pikiranmu dengan menganggap bahwa pesan penolakannya itu adalah informasi bahwa kalian berdua tidak cocok. Dengan begitu, pesan tersebut tidak akan terasa seperti penolakan pribadi.
Lalu, bagaimana membalas pesannya? Dating coach menyarankan bahwa tidak semua penolakan membutuhkan jawaban atau balasan. Kadang, diam bisa berbicara lebih banyak daripada benar-benar berbicara. Namun, jika ingin membalas, gunakan kata-kata yang sopan. Mengirimkan pesan berisi luapan emosi hanya akan membawa penyesalan bagi dirimu sendiri di kemudian hari.

Jika Ditolak Setelah Kencan Pertama
Kamu sudah berkencan dengan seseorang, merasa semuanya berjalan baik-baik saja. Namun beberapa hari kemudian, gebetan mengirimkan chat yang mengatakan bahwa kalian tidak cocok. Bagaimana menghadapinya? Jika mantan gebetan mengirim pesan dengan tutur kata yang baik dan sopan, balas dengan mengucapkan terima kasih karena ia telah jujur padamu.
Meskipun penolakan ini menyakitkan, sikapnya menunjukkan bahwa dirinya tidak melakukan ghosting padamu. Ini merupakan sikap yang patut dihargai. Oleh karena itu, rangkai kata yang sopan dan bernada positif, seperti, “Terima kasih karena telah memberitahuku,” kamu pun dapat menambahkan sedikit humor di dalamnya.
Membalas dengan pesan yang baik dan sopan juga merupakan sikap yang tepat kalau mantan gebetan merupakan teman dari orang yang kamu kenal, atau kemungkinan besar kamu akan bertemu dengan dirinya lagi di masa depan. Misalnya, gebetan merupakan teman dari rekan kerjamu. Jadi, membalas pesan penolakan dari gebetan dengan kata-kata yang baik adalah sikap yang tepat.

Jika Diputuskan Melalui Chat
Pesan yang paling tidak ingin kamu dapatkan salah satunya adalah pesan putus dari pasangan. Jika mengalami kejadian seperti ini, artinya kamu telah menjalin hubungan dengan orang yang tidak dapat menghargai dan menghormati dirimu. Apakah kamu perlu membalas pesannya?
Dating coach menyarankan jika ingin membalasnya, buat pesan bernada sassy dan singkat, misalnya, “Ok, good luck!” Jika punya pertanyaan pada (mantan) pasangan, membalas pesan putusnya adalah kesempatanmu untuk menanyakan yang ada dalam benakmu. Namun, usahakan untuk tetap tenang. Jika sudah merasa cukup, block nomornya dan mulailah proses move on.

Mengapa Memutuskan Seseorang Lebih Mudah Melalui Chat?
Menurut dating coach, orang yang memutuskan pasangannya melalui chat adalah seseorang yang tidak dapat menghormati orang lain. Mereka melakukannya karena merasa dapat mengurangi kecanggungan yang akan dihadapi setelah putus. Maka, ini adalah sikap yang egois.
Kalaupun kamu berusaha untuk tetap melanjutkan hubungan dengan pasangan yang telah memutuskanmu lewat chat, tandanya kamu membiarkan dirimu untuk menjalin cinta dengan seseorang yang tidak dapat menghormati dirimu. Jadi, selesaikan hubungan dan jangan berikan kesempatan untuk kembali pada mantan yang seperti ini.

Kalau Sayang, Nggak Akan Putus
Seseorang yang menghormatimu akan berusaha mengakhiri hubungan dengan cara yang sopan, dan salah satunya adalah dengan pertemuan langsung. Karena pada saat bertemu, kamu dan dirinya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan semua permasalahan dan pertanyaan sebelum hubungan benar-benar berakhir. Dengan begitu, kalian tidak akan memiliki urusan yang tidak terselesaikan untuk dibawa ke masa depan. Sejatinya, jika pasangan menyayangimu, ia tidak akan mengakhiri hubungan kalian, apalagi lewat chat.

Akhir Kata
Pada akhirnya, jika pengalaman pahit ini terjadi padamu, ingatlah bahwa penolakan atau putus cinta ini adalah sebuah penyampaian informasi untukmu. Putus cinta melalui chat ini membuatmu tahu hal yang sebelumnya tidak pernah kamu sadari, dan informasi tersebut membantumu untuk melangkah maju menemukan seseorang yang lebih baik dari mantan gebetan atau mantan pasangan. Putus ini merupakan momen mantan kehilangan seseorang yang istimewa, yaitu kamu.