
Perayaan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal
Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan kegiatan istighasah akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada malam hari Selasa (22/10/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional. Acara ini berlangsung dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh ribuan santri, ulama, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Istighasah akbar menjadi momen penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Doa-doa yang dilantunkan oleh para kiai dan ulama ternama menggema di seluruh area Masjid Istiqlal. Ribuan jamaah hadir dalam keadaan khusyuk, bersatu memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Santri bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga ajang untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang menjadi ciri khas kaum santri. Ia menekankan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa dan menanamkan moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Santri telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Melalui semangat keikhlasan dan cinta tanah air, mereka berkontribusi besar dalam membangun Indonesia yang damai dan beradab,” ujarnya dalam pidatonya di hadapan ribuan jamaah.
Selain istighasah, acara juga diisi dengan pembacaan Shalawat Nariyah, tahlil bersama, dan doa untuk para pahlawan serta pendiri bangsa. Kemenag berharap kegiatan ini dapat memperkuat spiritualitas umat sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan tanggal tersebut merujuk pada seruan “Resolusi Jihad” yang dikumandangkan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya, yang menyerukan kewajiban bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah.
Makna dan Nilai Hari Santri Nasional
Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat akan peran santri dalam sejarah Indonesia. Santri tidak hanya menjadi pelaku perjuangan, tetapi juga menjadi penggerak dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran. Dalam konteks modern, santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkemajuan.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam peringatan Hari Santri Nasional antara lain:
- Penguatan ukhuwah Islamiyah: Santri diharapkan mampu memperkuat ikatan sesama muslim dan menjaga persatuan dalam keragaman.
- Pendidikan karakter: Pesantren dan santri menjadi pusat pembentukan karakter yang religius, nasionalis, dan berdaya saing.
- Moderasi beragama: Santri diharapkan menjadi agen perdamaian dan menjauhi ekstremisme dalam beragama.
Dengan semangat Hari Santri, nilai-nilai perjuangan dan keikhlasan diharapkan terus hidup di hati generasi muda Indonesia. Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun karakter bangsa yang religius, toleran, dan berdaya saing.
Peran Santri dalam Masa Kini
Di tengah tantangan global, santri memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang lebih baik. Mereka menjadi contoh dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai agama dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan pendidikan yang kuat dan jiwa kebangsaan yang tinggi, santri siap menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak dan berkompeten.
Dalam rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional, berbagai program dan inisiatif diluncurkan untuk mendukung pengembangan santri dan pesantren. Program-program ini mencakup pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas guru, dan penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.