
Perkembangan Harga Dogecoin (DOGE) dan Tekanan Pasar
Setelah mengalami penurunan hampir 20% sepanjang bulan ini, Dogecoin (DOGE) kini menghadapi tantangan teknikal yang sangat berat dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun sempat naik sebesar 1,4% pada Kamis (23/10), pemulihan harga masih lemah karena tekanan jual yang kuat di zona kritis. Setiap kenaikan harga berpotensi gagal karena adanya penjualan besar-besaran di area tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Harga Dogecoin saat ini diperdagangkan di kisaran USD 0,20–USD 0,21, atau setara dengan Rp 3.300–Rp 3.465. Area ini menjadi batas atas yang telah sering menghentikan upaya penguatan harga dalam beberapa minggu terakhir. Analisis menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai mengurangi kepemilikan mereka. Pada 16 Oktober, para pemegang lama menambah sekitar 109,8 juta DOGE, tetapi hingga 22 Oktober, jumlah akumulasi turun drastis menjadi hanya 38,3 juta DOGE, atau turun sebesar 65%.
Penurunan tajam ini menandakan bahwa investor veteran mulai mengurangi eksposur mereka setelah harga Dogecoin menunjukkan kelemahan berulang. Meski demikian, dalam tujuh hari terakhir, harga DOGE hanya turun 1,5%, menunjukkan bahwa masih ada dukungan beli dari kelompok baru yang mencegah harga turun lebih dalam.
Kelompok pembeli jangka pendek dan menengah kini mulai memainkan peran penting. Berdasarkan data HODL Waves, kepemilikan dari kelompok 1 minggu–1 bulan meningkat dari 5,59% menjadi 5,98%, sementara kelompok 3 bulan–6 bulan meningkat dari 7,36% menjadi 8,15% sejak pertengahan Oktober.
Namun, tekanan jual yang kuat tetap membuat Dogecoin terjebak di bawah area psikologis USD 0,21 (Rp 3.465). Menurut analis, tambahan pembelian dari kelompok besar seperti whale sangat dibutuhkan untuk menembus batas ini. Peta distribusi biaya (Cost Basis Distribution Heatmap) menunjukkan alasan utama mengapa Dogecoin sulit naik. Dua klaster besar suplai terletak di rentang USD 0,202–USD 0,206 (Rp 3.333–Rp 3.399) dan USD 0,210–USD 0,212 (Rp 3.465–Rp 3.498), masing-masing menyimpan sekitar 11,16 miliar DOGE dan 11,14 miliar DOGE.
Setiap kali harga Dogecoin mendekati area tersebut, pemegang koin yang sebelumnya merugi cenderung menjual di titik impas, sehingga menciptakan tekanan jual besar yang berulang kali menghentikan kenaikan harga sejak 11 Oktober. Zona ini telah menjadi salah satu penghalang terkuat Dogecoin dalam jangka pendek, karena setiap reli menuju area itu segera dihadang oleh aksi jual besar-besaran.
Jika whale mulai kembali aktif membeli, mereka bisa menyerap sebagian besar suplai di zona resistance dan membuka peluang breakout. Kenaikan di atas USD 0,21 (Rp 3.465) berpotensi mendorong DOGE menuju USD 0,27 (Rp 4.455), atau naik sekitar 12% dari level saat ini. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah USD 0,17 (Rp 2.805), Dogecoin berisiko jatuh lebih jauh menuju USD 0,14 (Rp 2.310).
Untuk saat ini, pasar Dogecoin tampak terjebak dalam kisaran sempit, menunggu katalis baru, entah dari aksi beli whale besar, atau sentimen positif pasar Kripto secara keseluruhan. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga Dogecoin masih sangat sensitif terhadap pergerakan pasar dan aksi investor besar.