Dokter Tifa Protes Ijazah Jokowi, Hanya Boleh Dilihat 10 Menit

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Dokter Tifa Protes Ijazah Jokowi, Hanya Boleh Dilihat 10 Menit
Dokter Tifa Protes Ijazah Jokowi, Hanya Boleh Dilihat 10 Menit

Kritik Terhadap Proses Penunjukan Ijazah Jokowi

Dokter Tifa mengkritik proses penunjukan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam gelar perkara khusus yang diadakan di Polda Metro Jaya. Menurutnya, durasi penunjukan hanya berlangsung selama 10 menit dan tidak memenuhi prinsip transparansi yang diharapkan masyarakat.

"Proses ini jauh dari harapan. Gelar perkara khusus hanyalah permainan ilusi transparansi," tulis Tifa dalam unggahan media sosialnya. Ia menyebut bahwa Jokowi sebelumnya berjanji akan menunjukkan ijazahnya di pengadilan, tetapi ternyata ia hanya menunjukkannya dalam gelar perkara khusus.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tifa menyoroti waktu yang terlalu singkat untuk melihat ijazah tersebut. Selain itu, kondisi ruangan yang sesak dengan puluhan orang membuat proses observasi menjadi sangat tidak efektif. Ia juga mengeluh tentang larangan ketat untuk menyentuh atau meraba ijazah tersebut.

"Tanpa memegang dan menguji secara sains, keraguan terhadap keaslian ijazah ini tidak akan pernah hilang," tulis Tifa. Ia merasa heran mengapa ijazah Jokowi dibuka di akhir gelar perkara, tepat pada waktu hampir tengah malam.

Menurut Tifa, tindakan ini dilakukan untuk mempermainkan psikologis para pemerhati ijazah dan media yang sudah kelelahan. "Ini adalah bagian dari trik atau permainan akal-akalan polisi," katanya.

Bukti Fisik dan Dokumen Pendukung

Di luar bukti fisik ijazah, Tifa membongkar adanya ratusan dokumen pendukung lain yang dinilai memiliki banyak inkonsistensi. Beberapa poin yang diragukan antara lain transkrip nilai yang dianggap berantakan hingga status registrasi program studi yang tidak sinkron.

Ia juga menyinggung adanya dokumen skripsi dengan penomoran tahun yang tidak masuk akal serta catatan KKN yang dilakukan sebanyak dua kali. Tifa menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyita sekitar 700 dokumen dari UGM yang kini menjadi fokus penelitian lanjutan timnya.

Kesamaan Ijazah Jokowi dengan yang Beredar

Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menjelaskan bahwa ijazah Jokowi yang disita polisi ternyata memiliki kesamaan dengan yang selama ini beredar di publik. Hal ini diungkapkan Khozinudin dalam program Sapa Indonesia Malam di YouTube Kompas TV.

Menurutnya, ijazah Jokowi saat ini masih disita kepolisian, bukan berarti ijazah asli mantan Wali Kota Solo itu. "Akhirnya (polisi) mengambil keputusan segel barang bukti dan menunjukan ijazah Jokowi. Ditunjukan saat gelar perkara khusus sesi pertama tadi (kemarin) dengan tersangka Bu Kurnia Tri Royani, Riza Fadillah, Rusman Effendi. Yang ditunjukan itu hanya mengkonfirmasi ijazah itu, ya benar disita penyidik, bukan kesimpulan ijazah itu asli."

Keraguan Roy Suryo Terhadap Pasfoto Jokowi

Dalam kesempatan lain, pakar telematika Roy Suryo mengaku merasa ada kejanggalan soal pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi. Ia menilai usia pasfoto yang tertempel di ijazah Jokowi itu masih terbilang baru karena warna tintanya masih tajam.

Roy Suryo pun meragukan pasfoto di ijazah Jokowi itu sudah berusia lebih dari 40 tahun. "Saya harus berkata dengan terus terang. Saya bukan hanya hobi komputer. Saya adalah seorang tukang potret sejak zaman analog dulu. Saya memotret sejak zaman film seluloid dan saya bukan hanya bekerja di lapangan sebagai tukang foto, saya adalah orang yang juga bekerja di kamar gelap."

Ia membandingkan pas foto Jokowi itu dengan pasfoto di ijazah milik rekannya, Rismon Sianipar. "Bahkan ijazah Dr. Rismon sendiri yang usianya baru sekitar kira-kira 23 tahun itu pun sudah mulai meluber ya. Ini masih sangat tegas dan jelas ya tidak."

Sehingga, ia tetap menyimpulkan ijazah Jokowi yang ditunjukkan Polda Metro Jaya, palsu. “Jadi hasil dari kami 99,9 persen palsu tidak berubah. Bahkan sampai the last minute, kami akhirnya tadi ditunjukkan sebuah barang yang diklaim bahwa ijazah asli katanya, ijazah analog milik seorang yang namanya Joko Widodo,” kata Roy Suryo.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan