Dokumen Bocor: Jet Tempur Su-35 Rusia Diekspor Rahasia ke Ethiopia

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Dokumen Bocor: Jet Tempur Su-35 Rusia Diekspor Rahasia ke Ethiopia

MOSKWA, aiotrade.app–
Bukan hanya perang di Ukraina yang menjadi fokus utama Rusia, tetapi juga ekspansi pengaruhnya di kawasan Afrika. Dokumen internal perusahaan pertahanan besar milik Rusia, Rostec, yang diretas oleh kelompok Black Mirror, mengungkap rencana ekspor jet tempur Su-35 ke Ethiopia. Dokumen ini dikeluarkan pada 2 Oktober 2025 dan menjadi bukti pertama yang jelas tentang kerja sama militer rahasia antara Rusia dan Ethiopia.

Kebocoran informasi ini terjadi di tengah laporan bahwa Moskwa semakin sering menggunakan jet tempur Su-57 Felon dalam medan perang Ukraina. Pesawat ini digunakan untuk misi jarak jauh dan serangan udara strategis. Selain itu, Rusia juga aktif mempromosikan Su-57 dan Su-35 ke pasar internasional, termasuk menawarkan kerja sama perakitan bersama dengan negara-negara seperti India dan Aljazair. Namun, hingga saat ini belum ada kontrak ekspor yang diumumkan secara resmi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kode Rahasia untuk Menyembunyikan Pembeli

Dalam dokumen internal yang bocor, anak perusahaan Rostec, Radio-Electronic Technologies Concern (KRET), menerima pesanan pada 2022 untuk memproduksi sistem kendali dan tampilan kokpit bagi enam unit Su-35 yang ditujukan ke Ethiopia. Dalam dokumen tersebut, Rusia menggunakan kode numerik untuk menyembunyikan identitas negara pembeli. Contohnya adalah kode 364 untuk Iran, 012 untuk Aljazair, dan 231 untuk Ethiopia.

Modernisasi Angkatan Udara Ethiopia

Ethiopia sebelumnya telah menerima jet tempur Su-30 dari Rusia pada 2024, yang meningkatkan kekuatan Skuadron Tempur ke-5 di Pangkalan Udara Debre Zeit. Jet-jet ini bergabung dengan armada lama seperti Su-27SK dan Su-27UBK. Kebocoran informasi terbaru ini menunjukkan bahwa Ethiopia sedang memperluas kekuatan udaranya dengan mengakuisisi Su-35 — pesawat tempur multirole generasi 4++ yang juga dioperasikan oleh Rusia, Mesir, dan China.

Jika pengiriman Su-35 benar-benar terjadi, Ethiopia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di Afrika yang memiliki jet tempur paling canggih dalam portofolio Rusia. Langkah ini juga berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan udara di kawasan Tanduk Afrika.

Aljazair dan Iran Juga Masuk Daftar

Selain Ethiopia, bocoran file Rostec juga mengungkap bahwa Aljazair memesan enam unit jet tempur siluman Su-57 dan 14 pengebom Su-34. Sementara itu, Iran disebut-sebut akan menerima versi Su-34 untuk operasi serang darat.

Rusia sebelumnya telah mengumumkan kontrak ekspor pertama untuk Su-57 pada akhir 2024, tetapi tidak menyebutkan siapa pembelinya. Dengan adanya kebocoran ini, dugaan bahwa Aljazair adalah pelanggan ekspor perdana Su-57 akhirnya terkonfirmasi.

Perkembangan Terkini

Pengungkapan ini menunjukkan bahwa Rusia semakin agresif dalam menjual senjata kepada negara-negara non-NATO, terutama di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Ini juga menunjukkan bahwa Rusia masih memiliki pengaruh signifikan di dunia internasional, meskipun menghadapi sanksi ekonomi dan politik dari Barat.


Kebocoran dokumen ini juga membuka mata dunia tentang bagaimana Rusia menjalankan operasi militer secara rahasia. Dengan penggunaan kode dan metode penyembunyian identitas pembeli, Rusia mencoba untuk menghindari tekanan internasional. Namun, kebocoran ini menunjukkan bahwa upaya mereka tidak sepenuhnya berhasil.

Selain itu, pengiriman jet tempur ke Ethiopia dan Aljazair bisa menjadi indikasi bahwa Rusia ingin memperluas aliansi militer baru di kawasan Afrika. Hal ini bisa memengaruhi dinamika geopolitik di kawasan tersebut, terutama dalam konteks persaingan antara kekuatan global.

Kesimpulan

Dokumen yang bocor ini memberikan wawasan penting tentang aktivitas militer Rusia di luar wilayah Eropa. Dari ekspor jet tempur ke Ethiopia hingga pesanan dari Aljazair dan Iran, semua ini menunjukkan bahwa Rusia tetap menjadi pemain penting dalam pasar senjata global. Meski begitu, dampak jangka panjang dari kebocoran ini masih perlu diperhatikan, terutama dalam hal konsekuensi politik dan diplomasi internasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan