Perkembangan Indeks Dolar AS dan Pasangan Valuta Asing

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan dan berada di bawah level 100. Berdasarkan data yang dirangkum, indeks dolar AS (DXY) mencatatkan angka sebesar 97,74 pada pukul 17.30 WIB, turun sebesar 0,59% secara year to date (ytd) dan terkoreksi sebesar 8,86% secara year on year (yoy). Hal ini menunjukkan penurunan signifikan dalam nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Beberapa pasangan valuta asing (valas) juga mencerminkan tren pelemahan dolar AS. Misalnya, pasangan USD/JPY berada di level 156,06, turun 0,43% secara ytd. Sementara itu, pasangan USD/CNY berada di level 6,83, turun sebesar 2%. Pasangan USD/KRW mencatatkan angka sebesar 1.427,65, turun 0,91%.
Analisis dari Pakar Ekonomi
Menurut Research and Development ICDX Taufan Dimas Hareva, penurunan indeks dolar AS mencerminkan tekanan pelemahan dolar yang secara umum membuka ruang apresiasi bagi mata uang Asia. Untuk pasangan USD/JPY, pelemahan DXY berpotensi mendorong penurunan pasangan ini (penguatan yen), terutama jika didukung ekspektasi normalisasi kebijakan oleh Bank of Japan yang semakin hawkish.
Sementara itu, USD/CNY cenderung lebih stabil karena pengelolaannya masih berada dalam kerangka kebijakan People's Bank of China, sehingga volatilitas biasanya lebih terkontrol meskipun tekanan eksternal meningkat. Untuk USD/KRW, pelemahan dolar dapat mendorong penguatan won, terutama bila sentimen risiko global membaik dan arus modal kembali ke emerging Asia.
“Ke depan, terdapat sejumlah sentimen yang mempengaruhi valas Asia. Dari sisi global, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor dominan, terutama terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga,” ujar Taufan.
Selain itu, Taufan melihat dinamika inflasi AS, ketegangan geopolitik, serta prospek pertumbuhan global turut mempengaruhi permintaan safe haven seperti yen. Dari sisi regional, perbedaan stance kebijakan moneter termasuk potensi pengetatan lanjutan di Jepang, stimulus ekonomi di China, serta kebijakan suku bunga Bank of Korea turut akan menentukan arah relatif masing-masing mata uang.
Proyeksi untuk Semester Pertama Tahun 2026
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan bahwa Yen Jepang (JPY) masih bearish walaupun intervensi hingga sekarang sanggup menahan dalam rentang 150-160. Terlebih setelah PM Takaichi menunjuk dua akademisi yang dovish ke dewan Bank of Japan (BOJ), memberi sinyal kelanjutan kebijakan moneter akomodatif.
Kemudian Lukman menilai yuan China (CNY) memang sangat bullish belakangan ini, dan memberikan sinyal apabila mereka nyaman dengan penguatan lebih lanjut namun bertahap. Perkembangan terakhir kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump juga dianggap sangat positif bagi China dan yuan.
Won Korea Selatan (KRW) juga membaik belakangan ini didukung oleh booming permintaan semikonduktor. Produk domestik bruto (PDB) di revisi naik 2,0% dari 1,8% untuk 2026 namun masih lebih rendah dari rata – rata historis dalam beberapa dekade terakhir.
Lukman mengatakan sentimen umum yang mempengaruhi pergerakan valas Asia ke depan adalah sentimen geopolitik, kebijakan tarif AS, dan arus perdagangan global. Untuk China ketiga faktor itu akan terus menjadi hal terpenting. Jepang akan bergantung pada hasil kebijakan PM Takaichi apakah sanggup membawa Jepang lebih baik, terlebih tensi meningkat antara China dan Jepang. Sementara Won Korea Selatan yang sebenarnya masih lemah, terbantu banyak oleh booming semikonduktor dan artificial intelligence (AI).
Prediksi Pasangan Valuta Asing
Taufan memproyeksikan USD/JPY berpotensi bergerak di kisaran 148-155, dengan risiko penurunan lebih lanjut apabila diferensial suku bunga AS-Jepang semakin menyempit. USD/CNY diperkirakan berada dalam rentang 7,00-7,25, dengan kecenderungan stabil karena intervensi kebijakan yang aktif. Sementara USD/KRW diproyeksikan berada di kisaran 1.320-1.380, sejalan dengan sensitivitas won terhadap siklus ekspor dan pergerakan teknologi global.
Sementara itu, Lukman memproyeksikan pairing valas USD/JPY pada semester I-2026 di kisaran 150-160, USD/CNY di kisaran 6,8 – 6,9, dan USD/KRW dikisaran 1.400 – 1.450.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar