Dorong Aksi Kolektif Pembangunan Hijau

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 31x dilihat
Dorong Aksi Kolektif Pembangunan Hijau
Dorong Aksi Kolektif Pembangunan Hijau

Membangun Infrastruktur yang Berfokus pada Manusia

\n

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa pembangunan sejati harus memanusiakan kemajuan. Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk mengembalikan makna pembangunan infrastruktur sebagai upaya memanusiakan kemajuan.

\n

“Misi kami jelas, membangun infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan tempat, tetapi juga mengubah kehidupan. Infrastruktur sejati adalah tentang manusia, tentang ide dan nilai yang menghidupkan kemajuan,” ujar Agus dalam Bandung Sustainability Summit (BSS) 2025 di Aula Barat ITB, Rabu 5 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
\n

Forum kolaboratif ini mempertemukan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk memperkuat praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) serta membangun masa depan infrastruktur berkelanjutan. BSS 2025 menjadi ruang sinergi lintas sektor untuk mendorong aksi nyata menuju pembangunan hijau.

\n

Bandung sebagai Living Lab Keberlanjutan

\n

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Bandung ingin menjadi living lab keberlanjutan, tempat kebijakan, sains, dan inovasi berpadu yang menghasilkan perubahan konkret.

\n

“Kita tidak lagi berbicara soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan komitmen untuk mengubah cara kita membangun dan hidup di kota ini. Bandung ingin menjadi laboratorium hidup keberlanjutan, tempat di mana kebijakan, sains, dan inovasi berpadu menghasilkan aksi nyata,” ungkap Farhan.

\n

Peran ITB dalam Solusi Ilmiah untuk Tantangan Keberlanjutan

\n

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Dr. Eng. Nita Yuanita, mengatakan, sebagai institusi pendidikan teknologi, ITB memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan keberlanjutan.

\n

“Kami ingin menjembatani dunia akademik, kebijakan publik, dan sektor industri agar bersama-sama melahirkan aksi konkret menuju masa depan rendah karbon,” kata Nita.

\n

Keterpaduan Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan

\n

Co-Founder & Director Suvarna Sustainability, Abbie Ardiwinata, menyampaikan bahwa BSS 2025 merupakan langkah awal membangun keterpaduan antara tiga pilar penting pembangunan berkelanjutan.

\n
    \n
  • \n

    Pilar Pertama: Lingkungan
    \n Pembangunan harus memprioritaskan perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Ini mencakup penggunaan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan limbah yang efisien.

    \n
  • \n
  • \n

    Pilar Kedua: Sosial
    \n Pembangunan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini mencakup akses layanan kesehatan, pendidikan, dan perumahan yang layak serta inklusif.

    \n
  • \n
  • \n

    Pilar Ketiga: Tata Kelola
    \n Pembangunan harus didukung oleh sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Ini mencakup partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan penerapan prinsip good governance.

    \n
  • \n
\n

Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan yang Lebih Baik

\n

BSS 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antar sektor. Dengan menggabungkan kebijakan, inovasi, dan sains, forum ini membuka peluang besar untuk menciptakan solusi yang berdampak nyata.

\n
    \n
  • \n

    Peran Pemerintah
    \n Pemerintah memiliki peran kunci dalam menciptakan regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua program pembangunan memenuhi standar ESG.

    \n
  • \n
  • \n

    Kontribusi Akademisi
    \n Akademisi berperan dalam memberikan pengetahuan dan riset yang mendukung pengambilan keputusan. Dengan menggabungkan teori dan praktik, mereka dapat membantu mengidentifikasi masalah dan merancang solusi yang efektif.

    \n
  • \n
  • \n

    Partisipasi Sektor Swasta
    \n Sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan investasi yang berkelanjutan. Dengan mengadopsi prinsip ESG, perusahaan dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

    \n
  • \n
\n

Kesimpulan

\n

Pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, BSS 2025 menjadi langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan fokus pada manusia, lingkungan, dan tata kelola, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

\n

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan