
Sinergi dengan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) terus berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara melalui kolaborasi strategis dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Sejak 2021 hingga semester I tahun 2025, total nilai kerja sama antara IWIP dan WBN dengan UMKM mencapai sebesar Rp 4,4 triliun. Angka ini menunjukkan peran penting sektor usaha kecil dalam mendukung aktivitas industri serta pertumbuhan ekonomi daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen IWIP dan WBN dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Perkembangan kawasan industri tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan menggandeng berbagai UMKM dari berbagai sektor penunjang industri, seperti penyedia bahan pangan, pakaian dan perlengkapan kerja, bahan bakar minyak dan gas industri, jasa transportasi dan akomodasi, pengolahan kayu, hingga penyedia obat-obatan dan alat kesehatan, IWIP dan WBN membuka peluang bagi pelaku usaha di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur untuk menjadi bagian dari rantai pasok kawasan industri nikel.
Peran Ganda UMKM dalam Ekosistem Industri
General Manager External Relations IWIP Yudhi Santoso menjelaskan bahwa keberadaan UMKM memiliki peran ganda dalam ekosistem industri. Di satu sisi, UMKM menjadi mitra penting dalam memastikan kelancaran operasional kawasan industri. Di sisi lain, mereka juga menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berkontribusi terhadap terbukanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kemitraan dengan UMKM adalah bentuk nyata komitmen IWIP dan WBN untuk menciptakan nilai ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kawasan industri membawa dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar," ujar Yudhi Santoso.
Dampak positif tersebut juga dirasakan oleh Johani, seorang pedagang sembako yang berjualan di sekitar Gate 2 IWIP sejak 2023. Ia mengaku bahwa aktivitas ekonomi di kawasan industri dan pertambangan menjadi sumber utama penghidupannya. "Kami bersyukur, dengan adanya IWIP dan WBN, kami bisa berjualan di sini. Kalau tidak ada, mungkin kami tidak tahu harus mencari nafkah di mana lagi," katanya.
Usaha kecil yang Johani jalankan kini mampu menopang kebutuhan rumahtangga serta biaya pendidikan anak-anaknya. Hal serupa juga dialami Ansar, pedagang makanan seperti nasi ikan, ayam geprek, dan gorengan, di sekitar Gate 2 IWIP. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan pendapatan antara Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. "Sebelumnya jualan di pinggir jalan dan sering banjir, terus diajak sama IWIP untuk masuk ke kios di Gate 2. Sebulan hanya bayar sewa Rp 500.000, air dan sampah gratis," ujarnya.
Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Selain kemitraan dengan UMKM, IWIP dan WBN juga konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kawasan. Sejak 2018, kedua perusahaan ini telah menjalankan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, sosial dan budaya, infrastruktur, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pembangunan fasilitas publik yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian, IWIP dan WBN berharap kehadiran industri di Weda Bay, Maluku Utara, bisa terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama kawasan industri.