Dorong Kemandirian Ekonomi, Program Budikdamber Hadir untuk Warga Pesisir

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Dorong Kemandirian Ekonomi, Program Budikdamber Hadir untuk Warga Pesisir
Dorong Kemandirian Ekonomi, Program Budikdamber Hadir untuk Warga Pesisir

Program TJSL Agrinas Jaladri untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) terus berupaya memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan mandat perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

"Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat kemandirian ekonomi lokal, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan," ujar Viera Lovienta, Manager PR & CSR Agrinas Jaladri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Melalui program TJSL, Agrinas Jaladri menghadirkan dua kegiatan utama yang berorientasi langsung pada penguatan ekonomi warga. Kegiatan pertama berfokus pada ketahanan pangan keluarga, melalui Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), yang sederhana dan ramah lingkungan. Program tersebut memungkinkan masyarakat membudidayakan ikan sekaligus tanaman sayuran di lahan terbatas dan menjadi solusi efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Budikdamber: Solusi untuk Ketahanan Pangan

Budikdamber merupakan inovasi sederhana namun berdampak besar. Dengan metode ini, masyarakat dapat menciptakan sumber pangan mandiri dari lingkungan sekitar. Hal ini tidak hanya membantu dalam menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan alternatif pendapatan tambahan bagi keluarga. Program ini sangat cocok diterapkan di wilayah pesisir yang memiliki akses terbatas terhadap lahan pertanian.

Selain itu, Budikdamber juga menjadi bentuk edukasi tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan.

Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

Tidak hanya soal pangan, Agrinas Jaladri juga menyasar penguatan kapasitas digital para pelaku UMKM. Salah satu contohnya adalah program yang digulirkan di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan menggelar pelatihan digital marketing dan e-commerce, dengan fasilitator langsung dari Shopee Indonesia.

Peserta pelatihan mendapatkan pemahaman strategi promosi digital, pemanfaatan media sosial dan marketplace, serta pengelolaan transaksi daring secara efisien. Pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang agar produk-produk lokal dapat dikenal lebih luas, bersaing di pasar nasional, bahkan global.

Manfaat dan Dampak Program TJSL

Program TJSL yang dilakukan oleh Agrinas Jaladri memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat pesisir. Selain meningkatkan kesejahteraan, program ini juga mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan digital marketing dan e-commerce, pelaku UMKM semakin mampu mengembangkan bisnis mereka secara mandiri.

Di sisi lain, Budikdamber menjadi solusi praktis dalam meningkatkan ketahanan pangan. Metode ini sangat cocok diterapkan di daerah-daerah dengan kondisi geografis yang kurang mendukung pertanian tradisional. Dengan demikian, masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhan pangan mereka meskipun dalam kondisi yang terbatas.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan