
Pemkab Mojokerto Perkuat Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren (ponpes) melalui program strategis yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi. Salah satu inisiatif utama yang diterapkan adalah program "One Pesantren One Product" (OPOP), yang bertujuan untuk memperkuat daya saing dan kemandirian ponpes melalui pengembangan produk unggulan.
Bupati Muhammad Albarraa secara resmi mengukuhkan Tim Penguatan dan Pengembangan Pesantren "One Pesantren One Product (OPOP)" di Pendopo Graha Majatama, Jumat 7 November 2025 siang. Pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan dari 30 ponpes yang ada di Bumi Majapahit. Tujuan dari pelantikan ini adalah untuk memfasilitasi setiap ponpes dalam menciptakan produk yang memiliki ciri khas dan inovasi internal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gus Bupati, sapaan akrab Bupati Muhammad Albarraa, menjelaskan bahwa program OPOP merupakan inisiatif strategis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi ponpes dengan memberikan dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk pembinaan, fasilitasi perizinan, hingga promosi dan pemasaran produk.
"Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi pengembangan OPOP, baik dalam bentuk pembinaan, fasilitasi perizinan, hingga promosi dan pemasaran," tegas Gus Bupati. Ia menekankan bahwa dukungan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga harus didukung oleh partisipasi aktif dari ponpes itu sendiri.
Lebih lanjut, Gus Bupati mendorong agar ponpes yang tergabung dalam program OPOP mampu membangun jejaring usaha antar pesantren. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang kokoh dan saling menguatkan di Kabupaten Mojokerto. Dengan adanya kerja sama antar ponpes, diharapkan bisa tercipta sinergi yang kuat dalam pengembangan produk dan pemasaran.
Kepada Tim Penguatan dan Pengembangan Pesantren yang baru dikukuhkan, Gus Bupati berpesan agar mereka mampu mengambil langkah taktis dan mengedepankan sinergitas dengan perangkat daerah terkait maupun stakeholder lainnya. Menurutnya, keberhasilan program OPOP sangat bergantung pada inisiatif dan partisipasi aktif dari ponpes anggota.
"Program kegiatan OPOP ini akan dapat berjalan dengan baik dan maksimal, jika program itu tumbuh berkembang dari pondok pesantren anggota OPOP itu sendiri," pungkasnya, menekankan pentingnya inisiatif dari internal ponpes.
Langkah-Langkah Strategis dalam Implementasi OPOP
-
Pembinaan dan Pelatihan
Pemkab Mojokerto akan memberikan bimbingan teknis kepada ponpes untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam mengembangkan produk. Pelatihan ini mencakup manajemen bisnis, pemasaran, dan inovasi produk. -
Fasilitasi Perizinan
Pemkab akan membantu ponpes dalam proses perizinan produk, termasuk izin usaha dan sertifikasi halal. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. -
Promosi dan Pemasaran
Pemkab akan berperan sebagai mitra dalam promosi produk OPOP melalui berbagai media dan platform digital. Selain itu, akan dilakukan pameran produk yang melibatkan ponpes-ponpes anggota OPOP. -
Pembentukan Jejaring Usaha
Program OPOP akan mendorong ponpes untuk membentuk jaringan usaha antar pesantren. Dengan demikian, setiap ponpes dapat saling mendukung dalam pengembangan produk dan pemasaran. -
Kolaborasi dengan Stakeholder
Pemkab akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dinas terkait, organisasi keagamaan, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem OPOP. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemkab Mojokerto berharap program OPOP dapat menjadi contoh sukses dalam mendorong kemandirian ekonomi ponpes.