aiotrade – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia Power mengusung transisi energi hijau sebagai katalis utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, dalam acara CEO Insight 2025 yang dihelat di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025).
Dalam forum diskusi terbuka tersebut, Bernadus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar proyek-proyek transisi energi dapat memberikan dampak yang luas, baik bagi industri besar maupun masyarakat. Ia menyatakan bahwa PLN saat ini sedang membuka ruang kemitraan strategis dengan sektor swasta dan lembaga keuangan untuk mempercepat agenda ekonomi hijau Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebagai tulang punggung energi Indonesia, Bernadus menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga penggerak transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif.
Sinergi untuk wujudkan visi Indonesia Maju
Dengan tema “Indonesia’s Changemakers: Satu Langkah Menuju Indonesia Maju”, CEO Insight 2025 menjadi ajang pertemuan para pemimpin korporasi, regulator, dan akademisi untuk menyatukan pandangan strategis menuju visi Indonesia Maju. Forum ini menjadi wadah refleksi bersama atas hasil diskusi di CEO Connect sebelumnya, dengan fokus pada empat pilar utama pembangunan, yaitu:
- Transisi energi dan konsistensi kebijakan
- Pendidikan, inovasi, dan bonus demografi
- Hilirisasi industri
- Waste to energy
Selain perwakilan dari PLN, acara juga mengundang pimpinan dari sektor perbankan, investasi, dan pertambangan untuk memberikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan nasional menuju Indonesia maju.
Kolaborasi jadi kunci transformasi ekonomi
Sebelum memasuki forum diskusi, CEO Insight dibuka dengan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Menurut Airlangga, akselerasi transformasi ekonomi Indonesia membutuhkan kolaborasi konkret lintas sektor untuk memperkuat daya tahan industri, memperluas lapangan kerja, dan memastikan transisi menuju ekonomi hijau selaras dengan agenda pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi sebagai tiga mesin utama pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Sinergi dengan sektor swasta, menurutnya, merupakan kunci untuk memastikan program tersebut berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Perdagangan harus menjembatani transformasi industri
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Bincang Menteri bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso yang membahas strategi sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari energi, keuangan, industri hingga hilirisasi. Tujuan dari sinergi ini adalah menggerakkan seluruh potensi dalam satu visi, yakni mewujudkan Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
Budi menegaskan bahwa kebijakan perdagangan harus mampu menjembatani transformasi industri di hulu dan kebutuhan pasar global di hilir agar pertumbuhan ekonomi nasional berjalan inklusif dan adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan. Dalam konteks hilirisasi dan industrialisasi, arah kebijakan perdagangan difokuskan untuk memastikan produk Indonesia memiliki nilai tambah yang berkelanjutan, baik di pasar domestik maupun global.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa dunia usaha harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekspor produk bernilai tambah. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat manufaktur dan perdagangan kawasan, asalkan kita mampu mengelola investasi, inovasi, dan tenaga kerja terampil secara terarah.
Kolaborasi lintas sektor dorong kepercayaan investor
Dalam forum diskusi utama, CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE menyoroti pentingnya peran lembaga keuangan dalam memastikan arus investasi global sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Menurutnya, pembiayaan berkelanjutan adalah salah satu pilar yang menjaga daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap investasi global.
Donny menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara lembaga keuangan, korporasi, dan regulator berperan krusial untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap agenda transisi hijau Indonesia. Ia menilai bahwa sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan kini menunjukkan kesiapan paling tinggi untuk menjadi lokomotif pembiayaan hijau.
Senada dengan Donny, Managing Partner Skystar Capital Abraham Hidayat menjelaskan pentingnya pengembangan inovasi dan teknologi di Indonesia dalam memperkuat fondasi kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, modal ventura memiliki peran vital dalam menjembatani inovasi dan kebutuhan pembiayaan di sektor-sektor bernilai tambah, seperti teknologi konsumen, pendidikan, logistik, dan ekonomi keberlanjutan.
Pendanaan yang tepat sasaran, menurut Abraham, tidak hanya mendorong pertumbuhan startup, tetapi juga memperkuat rantai nilai nasional agar lebih adaptif terhadap perubahan global. Ia percaya bahwa investasi pada sektor inovatif akan menjadi motor penggerak ekonomi baru Indonesia.
Dari sektor pertambangan, Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara sekaligus Ketua Indonesia Mining Association Rachmat Makkasau menegaskan bahwa hilirisasi mineral merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional serta mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Ia menilai bahwa pengelolaan mineral seperti tembaga tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki peran vital dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan infrastruktur masa depan. Hilirisasi tembaga, menurut Rachmat, akan menjadi fondasi penting dalam membangun rantai nilai industri berdaya saing global. Setiap tahap dari penambangan hingga pengolahan harus dirancang agar memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan berkelanjutan.
Sinergi energi, investasi, dan inovasi untuk Indonesia Maju
Sebagai bagian dari rangkaian 16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN, CEO Insight menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Melalui pandangan strategis dari para pemimpin lintas industri, forum ini menunjukkan bahwa akselerasi menuju Indonesia Maju bisa terwujud dengan adanya sinergi berkelanjutan antara energi hijau, investasi cerdas, penguatan talenta, dan tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan.