
UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) diakui sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan daerah. Potensi besar yang dimiliki oleh sektor ini membuatnya menjadi fokus utama dalam berbagai kebijakan pemerintah dan lembaga terkait. DPRD Jatim konsisten menaruh perhatian untuk mengangkat UMKM agar "naik kelas" sebagai bagian dari penopang perekonomian nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh DPRD Jatim adalah pelatihan intensif yang mencakup berbagai aspek, seperti produksi, packaging, hingga pemasaran di era digital. Digitalisasi menjadi kunci utama agar UMKM dapat berkembang dan memanfaatkan peluang besar untuk merambah pasar global yang kini terbuka lebar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peran UMKM dalam Perekonomian
Sebagai sektor potensial, UMKM saat ini terus tumbuh sebagai tulang punggung perekonomian baik nasional maupun daerah. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Chusni Mubarok, turut mengamini potensi besar UMKM. Menurutnya, data menunjukkan bahwa UMKM sudah menjadi penopang penting sektor perekonomian.
"Jadi UMKM ini adalah salah satu tulang punggung ekonomi nasional," kata Chusni saat berbincang dalam Podcast Gebrakan Wakil Rakyat bersama TribunJatim Network belum lama ini di kawasan Kepanjen Kabupaten Malang.
Politisi Partai Gerindra ini menilai potensi untuk UMKM semakin berkembang kini terbuka lebar. Karena, sejumlah kebijakan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto banyak menguntungkan UMKM. Chusni memandang kini banyak program pemerintah membangun ekonomi dari desa, sehingga UMKM memiliki potensi besar.
"Ini adalah bentuk reorientasi pembangunan ekonomi nasional, di mana ini diharapkan ekonomi tumbuh dari bawah. Diharapkan muncul wirausaha-wirausaha baru. Diharapkan UMKM-UMKM bisa naik kelas. Maka sejalan dengan itu, Jawa Timur sebagai bagian dari provinsi besar yang juga merupakan penopang perekonomi nasional punya konsen untuk mengangkat dan membuat UMKM ini naik kelas," tambah legislator dapil Malang Raya ini.
Peluang Pasar Global yang Terbuka
DPRD Jatim turut menaruh perhatian terhadap UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar banyak pelatihan bekerja sama dengan dinas terkait, mulai dari bagaimana produksi yang baik dan benar, packaging hingga pemasaran.
"Misalnya, pelatihan tentang pemasaran di era digital seperti ini," ucapnya.
Chusni tak memungkiri, bahwa UMKM saat ini memang tidak bisa lepas dari digitalisasi agar bisa berkembang atau naik kelas. Di era digital ini, peluang untuk merambah pasar global terbuka lebar. Kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan potensi ini sebaik mungkin.
Chusni yakin betul UMKM bisa terus berkembang dan naik kelas. "Sehingga, pelatihan digital marketing juga kita lakukan," ujar Chusni.
Upaya yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM
Beberapa langkah konkret telah diambil oleh DPRD Jatim untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:
- Pelatihan Produksi: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM agar lebih kompetitif di pasar.
- Pengemasan (Packaging): Pelatihan ini membantu UMKM dalam memperbaiki cara pengemasan produk agar lebih menarik dan menjaga kualitas.
- Pemasaran Digital: Pelatihan digital marketing memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang strategi pemasaran di era digital.
- Kolaborasi dengan Dinas Terkait: DPRD Jatim bekerja sama dengan dinas terkait untuk memastikan pelatihan yang diberikan relevan dan efektif.
Dengan pendekatan yang terarah dan kolaborasi yang kuat, UMKM di Jawa Timur memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.