Empat Pulau di Sulawesi Utara Kini Menikmati Listrik 24 Jam
Empat pulau di wilayah Sulawesi Utara kini telah menikmati pasokan listrik yang menyala selama 24 jam. Keberadaan listrik ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat, baik secara ekonomi maupun sosial.
Pulau-pulau yang mendapat akses listrik 24 jam antara lain adalah Pulau Buhias, Kabupaten Kepulauan Sitaro; Pulau Kakorotan, Kabupaten Kepulauan Talaud; serta Pulau Mantehage dan Nain, Kabupaten Minahasa Utara. Dengan adanya listrik, masyarakat dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih efisien dan produktif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peran Listrik dalam Peningkatan Produktivitas
Dr Robert Winerungan, dosen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Manado (Unima), menjelaskan bahwa energi listrik merupakan faktor vital bagi perekonomian. Ia menilai, kehadiran listrik 24 jam akan mendorong peningkatan produktivitas masyarakat setempat.
“Energi itu adalah paru-paru perekonomian. Dengan adanya listrik, produksi masyarakat akan meningkat karena mereka bisa berproduksi lebih baik,” ujarnya.
Sebagai contoh, masyarakat kepulauan yang sebelumnya masih mengandalkan cara tradisional seperti menjemur hasil produksi dengan sinar matahari. Namun dengan listrik, proses pengolahan dapat dilakukan lebih efisien, termasuk pengeringan hasil produksi menggunakan peralatan berbasis listrik.

Akses Informasi yang Lebih Lancar
Selain itu, Robert menilai akses informasi dan komunikasi masyarakat kepulauan juga akan semakin lancar dengan tersedianya listrik sepanjang hari. Hal tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial.
“Bayangkan saja kalau di Manado listrik padam satu jam, kerugiannya bisa miliaran rupiah. Apalagi di daerah kepulauan yang selama ini terbatas,” katanya.
Dengan adanya listrik, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, berkomunikasi dengan pihak luar, dan bahkan melakukan aktivitas bisnis secara online.
Peluang Inovasi di Sektor Perikanan
Robert juga menyoroti sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat kepulauan. Dengan listrik 24 jam, nelayan diharapkan bisa mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin hingga memanfaatkan fasilitas pendingin atau cold storage.
“Ini membuka peluang inovasi. Masyarakat bisa lebih kreatif dalam mengolah hasil laut agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan adanya infrastruktur listrik yang memadai, para nelayan dapat mengembangkan usaha mereka, baik dalam bentuk pengolahan maupun penyimpanan hasil tangkapan.
Pentingnya Peran Pemerintah
Robert pun mengingatkan agar kehadiran listrik tidak hanya menjadi formalitas. Ia menegaskan perlunya peran aktif pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat agar listrik digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif.
“Pemerintah harus mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai listrik hanya dipakai untuk penerangan, tapi tidak berdampak pada peningkatan ekonomi,” tutupnya.