
Pelatihan Pengolahan Ikan Tuing-Tuing untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Nelayan
Di Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, sebuah inisiatif menarik dilakukan oleh Tim Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kelompok ibu rumah tangga (IRT) nelayan dalam mengolah hasil tangkapan laut, terutama ikan tuing-tuing atau ikan terbang (Hyrundicthys oxycephalus).
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama bulan Oktober hingga November 2025 dan merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Unsulbar. Tim dosen yang memimpin kegiatan ini adalah Dr. Nurhikma Ramadhana, S.Pd., M.Pd., bersama anggota Nur Qaamariah, S.Pd., M.Si., dan Indayani B, S.E., M.Ak., serta didampingi sejumlah mahasiswa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan Pelatihan
Menurut Dr. Nurhikma, tujuan utama dari pelatihan ini adalah membantu para IRT agar tidak hanya menjual ikan mentah di pasar, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi. "Selama ini banyak ikan tuing-tuing yang tidak habis terjual dan akhirnya membusuk. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu ibu-ibu agar bisa mengolah ikan tersebut menjadi berbagai produk olahan yang tahan lama dan bernilai ekonomi," jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih membuat beragam produk olahan ikan tuing-tuing seperti nugget, abon, bakso, dan kerupuk ikan tuing-tuing. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dengan pendampingan intensif oleh tim dosen dan mahasiswa.
Manfaat Pelatihan
Nur Qaamariah menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian ekonomi keluarga nelayan. "Dengan keterampilan baru ini, ibu-ibu bisa membuka peluang usaha berbasis potensi lokal dan membantu perekonomian keluarga," jelasnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan kemampuan para peserta dalam mengelola usaha kecil berbasis bahan lokal. Hal ini sangat penting karena dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga nelayan.
Penutupan dan Harapan Peserta
Kegiatan ditutup dengan sesi uji rasa produk olahan dan foto bersama kelompok IRT Baurung. Para peserta menyambut baik pelatihan tersebut dan berharap ada pendampingan lanjutan dalam aspek pemasaran agar produk mereka bisa dipasarkan secara lebih luas.
"Kami berharap ke depan ada pelatihan tentang pemasaran dan pengemasan agar produk kami bisa dikenal lebih banyak orang," ungkap salah satu peserta.
Visi dan Misi Program
Melalui program ini, Tim PKM Unsulbar berharap masyarakat Baurung dapat mengembangkan usaha olahan ikan tuing-tuing sebagai ikon kuliner lokal Majene sekaligus solusi peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, masyarakat dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.