DPK Allo Bank Tembus Rp8,78 Triliun pada September 2025

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 29x dilihat
DPK Allo Bank Tembus Rp8,78 Triliun pada September 2025


aiotrade.CO.ID - JAKARTA

Industri perbankan nasional mengalami peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) seiring dengan ekspansi keuangan pemerintah dan pelonggaran likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Hal ini terlihat dari pertumbuhan DPK yang meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di tengah stabilitas pasar, beberapa bank digital berhasil mencatatkan lonjakan simpanan nasabah secara tahunan. Salah satunya adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Berdasarkan laporan keuangan hingga September 2025, total DPK Allo Bank mencapai Rp 8,78 triliun, naik sebesar 78,3% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan Rp 4,93 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari total DPK tersebut, sebagian besar berasal dari simpanan berjangka atau deposito yang mencapai Rp 7,76 triliun. Selanjutnya, tabungan mencapai Rp 812,9 miliar, sedangkan giro hanya sebesar Rp 200,4 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih investasi jangka panjang sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang aman dan menguntungkan.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 2122 Oktober 2025, BI melaporkan bahwa pertumbuhan DPK industri perbankan mencapai 11,18% secara YoY. Angka ini menunjukkan percepatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, di mana pertumbuhan DPK masih berada di level satu digit.

Peningkatan DPK ini sejalan dengan ekspansi keuangan pemerintah, termasuk penempatan dana pemerintah pada sejumlah bank besar. Di sisi lain, BI juga terus menjalankan kebijakan pelonggaran likuiditas serta memberikan insentif makroprudensial untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan.

Allo Bank, yang tidak termasuk dalam penerima dana pemerintah, tetap menunjukkan kinerja DPK yang kuat. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital serta strategi agresif yang diterapkan oleh bank-bank digital dalam mengakuisisi nasabah baru.

Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menilai bahwa penempatan dana pemerintah di bank Himbara turut membantu menurunkan tekanan kompetisi suku bunga simpanan yang sempat memanas di awal tahun. Ia menyatakan bahwa dampak dari penempatan dana pemerintah di bank Himbara telah membuat perang suku bunga simpanan di bank seperti yang terjadi di awal tahun mereda.

"Kami di Allobank melihat dampak penempatan dana pemerintah di Himbara, membuat perang suku bunga simpanan di bank seperti yang terjadi di awal tahun mereda," ujar Ganda kepada aiotrade, Kamis (23/10/2025).

Ke depan, Ganda mengatakan bahwa Allo Bank akan terus menjaga tingkat DPK seiring dengan pertumbuhan kredit yang bisa disalurkan oleh bank. Hal ini dilakukan dengan tetap menjaga biaya DPK agar bank tetap bersaing tanpa membebani kondisi keuangan bank.

BBHI Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan