
Studi Banding DPMD dan TP PKK Badung ke Lombok Barat
Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung sektor kepariwisataan melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah yang diambil adalah studi banding yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung ke Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (6/11). Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi program unggulan yang dapat diterapkan di Badung, khususnya dalam hal Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Rombongan dari Badung dipimpin langsung oleh Kadis PMD, Komang Budi Argawa, serta didampingi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Kedatangan rombongan diterima oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Lombok Barat, Hj. Ayu Indra Rukmana Zain, dan Kepala Dinas PMD Lombok Barat, Hj. Mahnan. Diskusi dan pertukaran informasi dilakukan di Kantor Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan dan Fokus Studi Banding
Komang Budi Argawa menjelaskan bahwa Badung memilih Lombok Barat sebagai lokasi studi karena dinilai berhasil dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui program yang terstruktur. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan bertukar pengalaman, terutama bagaimana Lombok Barat mengintegrasikan program UP2K PKK dengan potensi lokal sehingga menjadi penggerak ekonomi yang bersinergi dengan pariwisata.
"Kami ingin produk-produk UP2K di Badung semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi, selaras dengan status Badung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia," ujar Budi Argawa.
Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya peran TP. PKK dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, UP2K merupakan program strategis yang langsung menyentuh kesejahteraan keluarga, dengan fokus utama pada pemberdayaan kaum wanita.
"Studi tiru ini akan memberikan panduan konkret bagi kami di Badung untuk mengidentifikasi best practice dalam hal pendampingan, pengemasan, hingga pemasaran produk lokal agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara signifikan," ucapnya.
Kunci Sukses dan Harapan Bersama
Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Lombok Barat, Hj. Ayu Indra Rukmana Zain, menyambut baik sinergi antara kedua kabupaten dan berbagi kunci sukses mereka. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif DPMD dalam mendukung PKK, terutama dalam hal kebijakan dan alokasi anggaran, menjadi kunci keberhasilan.
"Kami berharap pertukaran ini tidak hanya berhenti di sini, namun berlanjut menjadi kerja sama yang saling menguntungkan dalam upaya kita bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Studi banding ini diharapkan menjadi pijakan bagi DPMD dan TP. PKK Badung untuk menyusun kebijakan dan program yang lebih efektif dalam mengembangkan UP2K. Langkah selanjutnya adalah mengadopsi dan memodifikasi model pembinaan UP2K Lombok Barat untuk menciptakan produk unggulan Badung yang kuat secara kualitas dan daya jual, sehingga secara langsung memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan kepariwisataan dan ekonomi daerah.
Agenda Lanjutan dan Kolaborasi Lintas Daerah
Rombongan TP. PKK Kabupaten Badung melanjutkan agenda kerja hari kedua dengan kunjungan studi banding dan silaturahmi ke UKM Sasak Maiq di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 7 Nopember.
Kunjungan ini menunjukkan semangat kolaborasi dan dukungan lintas Kabupaten dalam memajukan UP2K dan ekonomi kreatif lokal, khususnya yang digerakkan oleh perempuan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antar daerah, serta peningkatan kualitas program yang bermanfaat bagi masyarakat.