DPR Minta Studi Mendalam Sebelum Bahasa Portugis Masuk Kurikulum

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
DPR Minta Studi Mendalam Sebelum Bahasa Portugis Masuk Kurikulum

Penjelasan tentang Kebijakan Bahasa Portugis dalam Kurikulum Nasional

Pembelajaran bahasa asing di Indonesia terus berkembang seiring dengan kebutuhan akan komunikasi global yang lebih luas. Salah satu isu yang saat ini sedang menjadi perhatian adalah masuknya bahasa Portugis ke dalam kurikulum nasional. Hal ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk anggota DPR dan para menteri yang terkait.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peran Komisi X DPR dalam Evaluasi Kebijakan Bahasa

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa perlu adanya kajian ulang mengenai rencana pengintegrasian bahasa Portugis ke dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, meskipun upaya memperkaya pelajaran bahasa asing sangat penting, implementasinya harus dilakukan dengan kajian mendalam dan perencanaan yang matang.

Hetifah menyambut baik setiap inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing siswa Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut tidak boleh dilakukan secara mendadak tanpa persiapan yang cukup. Ia berharap agar ada penyesuaian yang tepat agar pembelajaran bahasa Portugis dapat efektif dan bermanfaat bagi peserta didik.

Pandangan Wakil Ketua Komisi X DPR

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, juga menilai pentingnya melakukan kajian mendalam terkait rencana pengajaran bahasa Portugis. Ia menilai bahwa hal ini terkait erat dengan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara yang menggunakan bahasa serupa seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste.

Lalu menekankan bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek) Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti harus segera merancang strategi untuk menerapkan keputusan Presiden tersebut di sekolah-sekolah.

Inisiatif Presiden Prabowo Subianto

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa bahasa Portugis akan menjadi prioritas dalam sistem pendidikan Indonesia. Pengumuman ini disampaikan pada pertemuan antara Prabowo dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/10/2025).

Prabowo menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara rakyat Indonesia dan Brasil. "Dan karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita karena kita ingin hubungan ini lebih baik," ujarnya.

Lula, yang hadir dalam pertemuan tersebut, memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan. Bahasa Portugis merupakan bahasa resmi Brasil, sehingga pengajaran bahasa ini di Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kerja sama bilateral.

Daftar Bahasa Asing yang Sudah Dipelajari

Selain bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dan Rusia, Prabowo menambahkan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu bahasa prioritas. Ia menyebut bahwa bahasa ini akan menjadi bagian dari daftar bahasa asing yang dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Pertemuan dan Perjanjian Kerja Sama

Dalam pertemuan tersebut, Lula juga mengadakan sesi pembicaraan tertutup dengan Prabowo, lalu melanjutkannya dengan pertemuan bilateral bersama para menteri dari kedua negara. Kedua kepala negara juga menandatangani beberapa perjanjian kerja sama. Setelah pertemuan ini, Lula akan menghadiri forum bisnis Indonesia-Brasil di Jakarta.

Pendapat Menteri Luar Negeri

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, keputusan untuk mengajarkan bahasa Portugis di Indonesia sejalan dengan upaya Prabowo dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara Indonesia dan Brasil. Sugiono menjelaskan bahwa Presiden ingin membentuk hubungan spesial baru atau new special relationship antara dua negara.

Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Brasil. Dengan pembelajaran bahasa Portugis, diharapkan hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara akan semakin kuat di masa depan.

Kesimpulan

Pengajaran bahasa Portugis di Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antar negara, terutama dengan Brasil. Meski begitu, kebijakan ini perlu diimbangi dengan kajian mendalam dan persiapan yang matang agar bisa berdampak positif bagi siswa dan masyarakat secara keseluruhan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan