
DPRD Majalengka Lakukan Efisiensi Anggaran untuk Jaga Kinerja Pemerintahan
Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 11,6 miliar pada tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Dengan adanya efisiensi tersebut, DPRD berupaya memastikan kegiatan infrastruktur dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa terganggu.
Ketua DPRD Majalengka, Didi Supriadi, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi ini diambil agar semua kegiatan yang penting tetap bisa dilaksanakan meskipun ada tekanan fiskal akibat pengurangan dana pusat. Menurutnya, efisiensi dilakukan dengan memangkas perjalanan dinas dan kegiatan luar kota, termasuk studi banding yang selama ini sering dilakukan oleh DPRD.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Sekarang hampir tidak ada perjalanan dinas. Kalau pun ada, hanya untuk konsultasi aturan yang sangat diperlukan, seperti pembahasan perda konsultasi ke pusat dan kegiatan yang dirasa sangat penting. Itupun saat ini tidak pernah digunakan,” ujar Didi, Sabtu (8/11/2025).
Selain itu, pembahasan APBD kini difokuskan sepenuhnya di kantor DPRD. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika rapat pembahasan sering dilakukan di luar kota untuk mengejar waktu. Didi menyebutkan bahwa sebelumnya, pembahasan APBD bisa sampai malam, bahkan jam dua atau jam tiga pagi. Sekarang, ia meminta eksekutif supaya penyampaian APBD lebih awal, sehingga pembahasan bisa dilakukan di kantor pada jam kerja siang hari.
Pendapatan Daerah dan Pentingnya Efisiensi
Berdasarkan data terbaru, pendapatan daerah Kabupaten Majalengka tahun anggaran 2025 mencapai Rp 3,12 triliun atau tepatnya Rp3.126.206.000.082. Meski demikian, Didi menilai efisiensi tetap penting dilakukan agar struktur belanja tetap sehat dan pembangunan tidak tersendat.
“Efisiensi bukan berarti menghambat kinerja, tapi menjaga agar APBD tetap efektif menghadapi situasi nasional yang menantang,” ucap politisi PDIP tersebut.
Dengan efisiensi di internal, DPRD Majalengka berharap pemkab tetap fokus melanjutkan pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, dan kesehatan, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Fokus pada Kepentingan Publik
Didi menegaskan bahwa yang penting adalah jangan sampai efisiensi malah mengorbankan pelayanan publik. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk menjaga agar pembangunan tetap berjalan.
- Perjalanan dinas dan kegiatan luar kota diminimalisir.
- Pembahasan APBD dilakukan di kantor, bukan di luar kota.
- Efisiensi dilakukan dengan memprioritaskan kegiatan yang mendesak.
- Tujuan utama adalah menjaga kualitas pelayanan publik.
- Komitmen DPRD untuk tetap mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.