
Peringatan Keras dari Pemerintah Provinsi Riau terhadap Study Tour Akhir Tahun
Pemerintah Provinsi Riau telah mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh sekolah di wilayahnya untuk tidak menggelar kegiatan study tour atau karya wisata akhir tahun. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman bencana alam yang masih berlangsung di Pulau Sumatera, khususnya di provinsi-provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Surat peringatan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau setelah meningkatnya status bencana di sejumlah daerah. Sebanyak sembilan kabupaten dan kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Hal ini memicu kekhawatiran akan keselamatan siswa jika mereka melakukan perjalanan keluar kota.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sanksi Tegas untuk Sekolah yang Melanggar
Anggota Komisi V DPRD Riau, Fairus, menegaskan bahwa sekolah yang tetap melanggar peringatan tersebut harus diberi sanksi tegas. Ia menilai bahwa larangan ini bukan hanya himbauan, tetapi juga peringatan serius yang harus diindahkan oleh semua pihak terkait.
"Bagi sekolah yang tetap bandel, diberi sanksi saja oleh Dinas, karena ini sudah menjadi himbauan sekaligus peringatan, semua sekolah harus patuh," ujar Fairus. Selain itu, ia juga meminta agar para perangkat sekolah tidak bepergian saat libur akhir tahun guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain instruksi dari DPRD, Menteri Dalam Negeri juga memberikan himbauan serupa kepada seluruh Kepala Daerah untuk menjaga gawang dan tidak melakukan perjalanan di akhir tahun. Ini menjadi penekanan tambahan terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov Riau.
Orang Tua Diminta Berperan Aktif
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana alam yang tinggi, Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta orang tua untuk turut serta dalam menjaga keselamatan anak-anak mereka. Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/DISDIK/2025/37, Disdik Riau menegaskan larangan sementara bagi sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan bepergian ke luar kota, baik akademik maupun non-akademik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan aktivitas anak dan komunikasi dengan pihak sekolah. "Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, memperhatikan kondisi cuaca, serta menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa surat edaran ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan perlindungan terhadap seluruh komponen pendidikan di Provinsi Riau. Tujuannya adalah agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan aman meski dalam kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem.
Alternatif Kegiatan yang Lebih Aman
Selain pembatasan kegiatan luar kota, kepala satuan pendidikan juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Hal ini mencakup penguatan koordinasi internal, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta komunikasi intensif dengan orang tua dan instansi terkait.
Erisman juga meminta sekolah untuk mengalihkan rencana kegiatan seperti study tour, karya wisata, kunjungan industri, dan perjalanan lainnya ke luar kota ke aktivitas alternatif yang lebih aman dan tetap edukatif. "Kesiagaan sekolah harus dibarengi dengan dukungan orang tua agar perlindungan terhadap peserta didik lebih maksimal," tegasnya.
Penutup
Langkah-langkah yang diambil oleh Pemprov Riau dan Dinas Pendidikan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik di tengah situasi bencana yang masih berlangsung. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, diharapkan dapat meminimalkan risiko dan menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan lancar.