Dr Maxi Vs Bupati Subang Memanas, DPRD Merespons

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Dr Maxi Vs Bupati Subang Memanas, DPRD Merespons
Dr Maxi Vs Bupati Subang Memanas, DPRD Merespons

Penjelasan Bupati dan Kadisdikbud Subang Terkait Tuduhan Setoran

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Heri Sopandi, memberikan penjelasan resmi terkait dugaan keterlibatan mereka dalam penerimaan setoran dari dr. Maxi, mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang. Mereka menolak keras semua tuduhan yang menyebut dirinya menerima uang dari pejabat lain.

Bupati Subang Menyangkal Tuduhan dengan Tegas

Pada Senin (10/11/2025), Bupati Reynaldy menggelar konferensi pers di Cijambe, di mana ia secara tegas membantah segala bentuk tuduhan yang menyebut dirinya menerima setoran dari para pejabat. Ia menegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks atau fitnah belaka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Itu fitnah, tidak ada setoran apalagi menerima setoran. Berita itu hoaks,” tegas Bupati Reynaldy.

Ia juga mempersilakan awak media untuk mengkonfirmasi langsung kepada para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. “Silahkan tanya langsung ke kadis-kadis, apakah saya minta setoran?” ucapnya.

Heri Sopandi Juga Menyangkal Keterlibatan

Heri Sopandi, yang saat ini menjabat sebagai Kadisdikbud Subang, juga memberikan pernyataan serupa. Ia menyangkal keterlibatannya dalam penerimaan uang tunai dari dr. Maxi, meskipun sebelumnya ia disebut sebagai perantara setoran saat menjabat Plt. Kadis PUPR Subang.

“Itu tidak benar, saya tidak pernah menerima uang ratusan juta dari dr. Maxi,” kata Heri Sopandi. Ia menambahkan bahwa pertemuannya dengan dr. Maxi hanya terjadi saat pelantikan pejabat Eselon 2 belum lama ini.

Kesaksian Dr. Maxi: Setoran Dua Kali dari Patungan Bawahan

Di tempat terpisah, dr. Maxi kembali menjelaskan tuduhannya di Islamic Center Subang pada hari yang sama. Ia menyatakan bahwa dirinya memberikan uang tunai Rp50 juta dua kali, yaitu pada Mei dan Juli 2025, kepada Heri Sopandi untuk disetorkan ke Bupati Subang.

“Saya kasih ke Heri Sopandi saat itu menjabat Kadis PUPR uang tunai Rp50 juta di bulan Mei dan Rp50 juta di bulan Juli untuk disetorkan ke bupati,” ujar dr. Maxi dalam pernyataannya.

Menurutnya, uang tersebut merupakan hasil patungan dari bawahannya, termasuk kepala Puskesmas. Penyerahan uang dilakukan melalui bawahan dr. Maxi selama tiga bulan.

DPRD Menyoroti Gaya Hidup Pejabat dan Meminta Laporan Polisi

Ketua Komisi II DPRD Subang, Endang Kosasih, merespons polemik ini dengan menuntut agar para pejabat yang membantah segera menempuh jalur hukum. Menurutnya, jika bupati dan kadisdik merasa difitnah, mereka harus segera melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

“Seharusnya kalau bupati itu merasa benar ya laporkan saja, jangan terlalu banyak beralibi lah,” tegas Endang Kosasih.

Selain itu, Endang Kosasih juga mengkritik gaya hidup bupati dan bawahannya yang dinilai hedon dan kontras dengan kondisi kemiskinan dan pengangguran di tengah masyarakat Subang. Ia menyoroti program Saba Desa yang dianggap menjadi ajang pamer kekayaan.

“Para pejabat Subang dipimpin bupati datang ke desa menggunakan motor mewah atau motor gede. Sangat tak pantas sekali, padahal rakyatnya masih banyak hidup di garis kemiskinan dan pengangguran di mana-mana,” tandasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan