
Solusi Pendidikan Jarak Jauh untuk Semua
Pendidikan adalah hak setiap orang, tetapi bagi mereka yang ingin melanjutkan studi, beberapa kendala seperti waktu, lokasi, jarak dari kampus, dan biaya sering menjadi hambatan. Universitas Terbuka (UT) hadir sebagai solusi yang fleksibel, memungkinkan siapa saja termasuk pekerja untuk menempuh pendidikan tinggi. Dalam program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja edisi Kampus Berdaya Series, Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Dr Meita Istianda SIP., M.Si dan mahasiswa FHISIP UT, Dr. dr. H. M. Rudiansyah, M.Kes, Sp.PD, K-GH, FINASIM berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka.
Perbincangan yang dipandu oleh Jurnalis Syakira ini ditayangkan di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online, Instagram @banjarmasinpost serta website aiotrade. Berikut petikannya:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perbedaan UT dengan Universitas Konvensional Lainnya
Meita menjelaskan bahwa UT lahir pada tahun 1984. Saat itu pemerintah memiliki tugas berat karena banyak lulusan sekolah menengah yang tidak tertampung di perguruan tinggi. Oleh karena itu, UT hadir dengan konsep kuliah jarak jauh. UT adalah perguruan tinggi negeri ke-45, yang masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Selain model pembelajaran, sistem masuknya juga berbeda dari perguruan tinggi lainnya. Karena sifatnya terbuka, UT tidak memiliki sistem seleksi. Intinya, UT itu fleksibel.
Visi-Misi FHISIP UT
Visi FHISIP UT tentunya mendukung visi UT secara keseluruhan. Visi UT adalah menjadi perguruan tinggi terbuka jarak jauh berkualitas dunia. FHISIP memiliki peran penting dalam mendukung visi tersebut dengan menyediakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Mengapa Memilih UT?
Rudiansyah menjelaskan bahwa ia memilih UT karena sistemnya yang bisa dilakukan jarak jauh. Pada saat itu, Pandemi Covid-19 membuatnya tidak bisa bepergian, sehingga memilih UT. Selain itu, ia lebih tertarik pada ilmu hukum. UT lebih fleksibel dibandingkan universitas lain.
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Meita menjelaskan bahwa UT menawarkan RPL, khususnya untuk program studi Ilmu Pemerintahan. RPL adalah proses mengakui pengalaman kerja atau pelatihan sebelumnya sebagai SKS. Misalnya, seseorang yang sudah bekerja di pemerintahan atau pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan atau administrasi keuangan dapat diakui sebagai SKS. RPL ada di setiap program studi.
Syarat Ikut RPL
Untuk ikut RPL, yang pasti adalah lulusan SMA. Ada dokumen yang harus disiapkan, termasuk aspek legalitas. Biaya proses RPL adalah Rp300 ribu, sedangkan SPP terendah adalah Rp1,3 juta untuk program full daring.
Menjamin Kualitas Pembelajaran
Meita menjelaskan bahwa proses pembelajaran di UT sudah disiapkan dari hulu. Ada katalog yang membantu mahasiswa memahami sistem UT. Mahasiswa harus belajar mandiri. Jika mengikuti proses ini dengan baik, kompetensi mahasiswa akan sesuai dengan output yang diharapkan. Artinya, setara dengan lulusan perguruan tinggi manapun.
Stigma Terhadap UT
Rudiansyah mengatakan bahwa di UT, ujian biasanya sesuai jadwal. Tugas-tugas antara 2 sampai 3 kali dalam satu semester. Lebih banyak belajar mandiri. Karena mencari teman di UT cukup sulit.
Alasan Memilih Ilmu Hukum
Rudiansyah, seorang dokter, tertarik mengambil ilmu hukum di UT karena sangat membantu dalam bidang kedokteran. Banyak permasalahan hukum yang sering terjadi, seperti malpraktik atau konflik antara pasien dan dokter.
Motivasi untuk Terus Belajar
Rudiansyah mengatakan bahwa rasa keingintahuan menjadi dorongan utama. Meskipun hanya tahu saja bisa dilakukan, namun diperlukan legalitas juga.