Peringatan HUT ke-61 Partai Golkar, Bahlil Lahadalia Dianggap Jadi Target Meme di Media Sosial
Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang berlangsung meriah, suasana penuh tawa dan sorak kader partai justru diiringi aroma politik yang hangat. Acara besar yang digelar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Senin (20/10/2025), menjadi momen penting bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Namun, perhatian media justru tertuju pada satu sosok penting: Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Selain posisinya sebagai pemimpin partai besar, namanya juga tengah ramai dibicarakan di dunia maya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Banyak meme yang menyindir dirinya beredar luas di berbagai platform media sosial. Beberapa dari mereka bahkan dianggap menyerang martabat pribadi Bahlil secara langsung. Meski begitu, saat awak media mencoba mengonfirmasi kabar bahwa beberapa kader Golkar melaporkan akun-akun pembuat meme tersebut, Bahlil memilih bersikap tenang.
Dengan senyum datar dan nada ringan, ia menjawab singkat, “Oh, saya enggak tahu, nanti cek saja di sana ya,” ujar Bahlil usai menghadiri acara di DPP Golkar pada Senin malam.
Sikap Bahlil yang terkesan santai itu berbeda dengan langkah cepat yang diambil oleh dua organisasi sayap Partai Golkar, yakni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Kedua organisasi ini mendatangi kepolisian untuk mengadukan sejumlah akun media sosial yang dianggap telah menyerang Ketua Umum mereka.

Dari kubu AMPI, Wakil Ketua Umum DPP AMPI Steven Izaac Risakotta mengungkapkan bahwa pihaknya datang ke Bareskrim Polri untuk melaporkan sekitar 30 akun media sosial. Akun-akun tersebut diduga membuat dan menyebarkan meme bernada hinaan terhadap Bahlil.
“Kami ke sini tujuannya untuk melaporkan beberapa media yang di situ mensertakan nama ketua umum kami, dalam hal ini Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia. Kebetulan beliau juga selaku pembina di DPP AMPI,” jelas Steven di hadapan wartawan, di Bareskrim Polri, Jakarta.
Ia menegaskan, langkah tersebut murni inisiatif kader AMPI, bukan instruksi dari Bahlil. “Kami selaku kader merasa terpanggil untuk tahu apa sih yang sebenarnya dimau dari konten-konten media yang tidak bisa kita toleransikan,” lanjutnya.
Dua akun yang disebut dalam aduan itu antara lain @kementerianbakuhantam dan @kementerian_kurangajar. Meski demikian, laporan tersebut belum naik ke tahap resmi, lantaran pasal pencemaran nama baik dalam hukum Indonesia mengharuskan pihak yang dirugikan dalam hal ini Bahlil untuk melapor langsung.
Di sisi lain, PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) juga menyiapkan langkah serupa. Wakil Ketua Umum AMPG Sedek Bahta menyatakan pihaknya akan melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Metro Jaya, karena menilai serangan terhadap Bahlil bersifat terstruktur dan masif.
“Kami melaporkan beberapa akun media sosial yang secara terstruktur dan masif belakangan ini menyerang pribadi, marwah, dan martabat Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia,” kata Sedek di Jakarta Selatan.
Sedek menuturkan, pihaknya telah membawa barang bukti berupa tangkapan layar konten-konten yang dianggap menyerang Bahlil. Dalam aduan tersebut, AMPG menggunakan Pasal 27 dan 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik dan penghinaan.
Langkah kader-kader muda Golkar ini menunjukkan loyalitas yang kuat terhadap sang ketua umum. Namun di sisi lain, respons tenang Bahlil memperlihatkan sikap seorang politisi yang matang memilih tidak larut dalam provokasi digital, dan membiarkan hukum bekerja sesuai porsinya.
Di tengah hiruk-pikuk dunia maya dan gelombang politik yang kian dinamis, Bahlil tampak lebih memilih diam daripada bereaksi. Namun diamnya berbicara banyak.