Kejadian Tragis di Sungai Komering
Pada hari Minggu (19/10/2025) sore, dua bocah dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di Sungai Komering, Desa Nikan, Kecamatan Madang Suku III, OKU Timur. Salah satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara yang lain masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika Ilham Aji Pratama (12 tahun) dan Sailan (13 tahun) sedang bermain di tepian sungai bersama dua temannya, yaitu Muhamad Alfarizi (13 tahun) dan Taufik (15 tahun). Awalnya, mereka hanya bermain pasir dan mandi di bagian sungai yang tampak tenang. Namun, ketenangan itu ternyata menipu.
Tiba-tiba, Ilham terseret arus deras dan langsung tenggelam. Melihat temannya dalam bahaya, Sailan mencoba menolong, tetapi justru ikut terseret arus yang kuat. Dua teman lainnya, Alfarizi dan Taufik, hanya bisa panik menyaksikan kejadian tersebut.
Alfarizi segera berlari meminta bantuan, dan warga setempat serta Kepala Desa Nikan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Kapolsek Madang Suku II, Iptu Ario Wibowo, mengatakan bahwa tim gabungan dari polisi, BPBD OKU Timur, dan warga langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Pada pukul 17.00 WIB, tubuh Ilham ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal, dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Namun, Sailan hingga kini masih belum ditemukan. Tim gabungan terus menyusuri sungai untuk mencari keberadaan korban kedua.
Camat Madang Suku III, Heri Kurniawan, S.T., mengungkapkan bahwa medan pencarian cukup sulit dengan arus Sungai Komering yang deras, terutama pada musim hujan seperti sekarang. "Arus sungai di sini sangat kuat, dan kami terus mengimbau kepada warga, terutama anak-anak, agar tidak mandi di sungai. Semoga Sailan segera ditemukan," ujar Heri.
Pencarian masih berlangsung hingga hari ketiga, namun hasilnya belum juga ditemukan. Tim gabungan bekerja keras dengan harapan korban kedua segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kapolsek Madang Suku II, Iptu Ario Wibowo, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait hingga Sailan ditemukan. "Kami akan terus berupaya sampai kedua korban ini ditemukan," tegasnya.