
Dampak Bahaya dari Per Standar Motor yang Lemah
Pada kondisi normal, baik per standar samping maupun per standar tengah pada motor tidak akan turun sendiri. Namun, jika dalam penggunaan sehari-hari terjadi situasi di mana per tersebut sering turun tanpa disengaja, itu bisa menjadi tanda bahwa per tersebut sudah mulai melemah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Per standar yang lemah dapat membahayakan pengendara. Misalnya, saat sedang berkendara, jika per tiba-tiba mengendur, hal ini bisa menyebabkan standar turun dan berpotensi membuat pengendara jatuh. Hal ini dikatakan oleh Bagas, seorang mekanik bengkel R59 Racing.
"Kalau standar tiba-tiba turun saat motor berjalan, itu sangat berbahaya. Jika tersangkut ke sesuatu, pengendara bisa jatuh," ujar Bagas. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama dari masalah ini adalah karena per standar yang sudah tidak mampu lagi menahan posisi standar tersebut.
Bagas, yang memiliki bengkel di Jl. Dewi Sartika No.32D, Ciputat, Tangerang Selatan, menambahkan bahwa per standar yang lemah biasanya disebabkan oleh usangnya komponen tersebut. Oleh karena itu, penting untuk segera memperbaiki atau mengganti per tersebut agar tidak membahayakan keselamatan pengendara.

Efek Lain dari Per Standar yang Lemah
Selain menyebabkan standar turun sendiri, per standar yang lemah juga bisa menyebabkan standar tiba-tiba terangkat atau bergeser. Hal ini bisa terjadi saat motor sedang diparkir.
"Jadi, kalau sedang parkir, standar bisa tiba-tiba naik atau geser," jelas Bagas. Ia menegaskan bahwa situasi seperti ini juga berisiko tinggi karena bisa menyebabkan motor jatuh.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik motor segera memeriksa kondisi per standar. Jika ditemukan adanya keausan pada besi pengait per, sebaiknya mengganti standar secara keseluruhan daripada hanya melakukan perbaikan sementara.
Biaya Penggantian Per Standar
Harga penggantian per standar samping relatif murah, rata-rata hanya sekitar Rp 10 ribuan saja. Namun, biaya penggantian standar sendiri bisa lebih mahal. Untuk standar samping, harga rata-rata berkisar antara Rp 50 hingga 100 ribuan. Sementara itu, untuk standar tengah, harga rata-rata berkisar antara Rp 100 hingga 200 ribuan.
Bagas menekankan bahwa penggantian standar adalah langkah paling aman jika komponen tersebut sudah rusak atau aus. Dengan demikian, pengendara bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan motor bekas.
Kesimpulan
Dua efek samping utama dari per standar motor yang lemah adalah: pertama, standar bisa turun sendiri saat berkendara, dan kedua, standar bisa tiba-tiba terangkat atau bergeser saat diparkir. Kedua kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik motor bekas untuk rutin memeriksa kondisi per standar. Jika ditemukan tanda-tanda keausan, segera lakukan penggantian agar risiko kecelakaan bisa diminimalisir.