Dua Hal yang Membuat Mohamed Salah Kehilangan Semangat di Liverpool

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Dua Hal yang Membuat Mohamed Salah Kehilangan Semangat di Liverpool


Mohamed Salah, yang sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris musim lalu dengan 29 gol, kini mulai menunjukkan performa yang tidak stabil di awal musim 2025-2026. Dalam 12 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Liverpool, ia hanya mencetak tiga gol. Hal ini membuat banyak orang khawatir akan masa depannya di tim.

Perbedaan yang signifikan terlihat dari musim sebelumnya, ketika Salah mampu mencetak dua kali lipat jumlah gol dalam jumlah penampilan yang sama. Kini, ia hanya mampu menghasilkan dua gol di Liga Inggris dan gagal menjadi pengambil keputusan penting dalam tiga pertandingan terakhir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan


Kekalahan beruntun yang dialami Liverpool melawan Crystal Palace, Chelsea, dan Manchester United juga memperburuk situasi Salah. Dalam tiga pertandingan tersebut, ia tidak berhasil mencetak gol maupun memberikan assist. Bahkan, dalam dua pertandingan Liga Champions melawan Galatasaray dan Eintracht Frankfurt, ia turun sebagai pemain cadangan.

Frustrasi yang dirasakan oleh bintang asal Mesir ini semakin memperparah posisinya di Liverpool saat ini. Eks pemain Liverpool, Michael Owen, percaya bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan performa Salah musim ini.

Pertama, usia yang semakin bertambah. Salah yang berusia 33 tahun, mulai mengalami penurunan kebugaran fisik dan perubahan fisiologis tubuh. "Salah telah mencetak gol selama bertahun-tahun," ujar Owen. "Tidak ada yang akan terkejut jika dia mencetak gol di pertandingan berikutnya dan melanjutkan performa apiknya."

Namun, Owen juga menilai bahwa usia bisa menjadi faktor penurunan kinerja. "Saya sendiri pensiun pada usia itu, jadi Anda tidak bisa terus bermain selamanya. Itu salah satu alasan mungkin," tambahnya.

Selain faktor usia, kepergian Trent Alexander-Arnold juga turut memengaruhi performa Salah. Dengan Conor Bradley yang kini menjadi bek kanan, dinamika permainan berubah. "Alasan lain adalah tidak ada lagi Trent Alexander-Arnold yang memberikan umpan kepadanya sehingga dinamika telah berubah," ujar Owen.

Conor Bradley bermain berbeda dibandingkan Alexander-Arnold. Ia lebih sering mencoba melewati Salah daripada memberikan umpan. "Analisis saya di TV menunjukkan bahwa Salah mengambil bola sekitar 10 persen lebih dalam dari musim lalu."

"Meskipun taktik tidak berubah, pemainnya yang berubah. Atau mungkin tim belum dalam performa terbaiknya. Setiap pemain depan pernah mengalami masa seperti ini."

Owen juga menambahkan bahwa kemungkinan besar ini hanya fluktuasi sementara. "Lebih mungkin ini hanya fluktuasi sementara, dan dia akan bangkit kembali segera, tapi bisa jadi kombinasi dari semua faktor di atas."

Mohamed Salah membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya dan kepercayaan diri untuk menghadapi situasi ini. Isu internal yang mulai retak akibat hasil buruk pasca-pertandingan melawan Frankfurt juga turut memengaruhi kondisinya.

Liverpool akan kembali beraksi di Liga Inggris pada pekan ke-9 dengan menghadapi Brentford di Gtech Community Stadium, Minggu (26/10/2025) pukul 02.00 WIB. Mereka berharap bisa meraih kemenangan untuk membangkitkan semangat para pemain, termasuk Mohamed Salah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan