Dua Jalur Utama Penyebaran Cesium-137 di Kawasan Industri Cikande Terungkap

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Dua Jalur Utama Penyebaran Cesium-137 di Kawasan Industri Cikande Terungkap


Di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Satuan Tugas Penanganan Radiasi mengungkapkan dua jalur utama penyebaran kontaminasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137). Kedua jalur tersebut adalah melalui udara dan limbah slag logam hasil peleburan. Temuan ini menjadi dasar untuk memperluas area dekontaminasi serta melakukan relokasi sementara warga yang terdampak.

Menurut Kolonel Czi Yudil Hendro dari Dirbinjihandak dan Nubika Pusziad TNI AD, jalur pertama adalah melalui udara akibat aktivitas industri di sekitar kawasan tersebut. Sementara itu, jalur kedua adalah melalui slag, yaitu limbah hasil peleburan logam yang digunakan untuk reklamasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Limbah slag berbentuk seperti kerikil ini diduga digunakan untuk mengurug lahan di beberapa titik di Desa Sukatani dan sekitarnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dari hasil identifikasi di lapangan, dua faktor ini menjadi penyebab utama perpindahan kontaminasi Cs-137. Ada indikasi partikel halus terbawa angin dan mengendap di permukaan tanah.

Tim Nubika bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah memetakan zona paparan untuk mencegah aktivitas masyarakat di area berisiko tinggi. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan paparan radiasi tidak hanya di udara, tetapi juga di lapisan tanah permukaan.

“Kita baru mendeteksi kontaminasi di lapisan atas. Untuk memastikan kondisi bawah, perlu dilakukan pengeboran (coring) dan pembersihan lapisan (stripping),” jelasnya. Ia menegaskan bahwa prosedur stripping hanya akan dilakukan setelah wilayah sekitar benar-benar aman bagi petugas dan warga. “Kami tidak bisa mengambil risiko. Proses dekontaminasi harus mengikuti protokol keselamatan radiasi yang ketat.”

Rasio juga menjelaskan bahwa sumber material slag yang diduga terkontaminasi masih dalam penyelidikan oleh aparat penegak hukum. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi praktik penggunaan slag tanpa pengawasan, agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya. Ia menambahkan bahwa kegiatan industri di kawasan Cikande tetap diperbolehkan berjalan dengan pengawasan ketat dari Bapeten dan KLH. “Fokus kami menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan keberlanjutan industri.”

Upaya mitigasi dilakukan secara terpadu oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Bapeten, BRIN, BNPB, TNI AD, dan Polri. “Langkah-langkah ini bukan hanya untuk menuntaskan paparan radiasi Cs-137, tetapi juga membangun sistem pengawasan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ujar Rasio.

Beberapa langkah yang dilakukan meliputi:

  • Pemetaan zona paparan untuk mengidentifikasi area yang rentan terhadap kontaminasi.
  • Pelaksanaan pengeboran dan pembersihan lapisan tanah untuk memastikan tidak ada residu radionuklida yang tersisa.
  • Peningkatan pengawasan terhadap aktivitas industri di kawasan Cikande guna mencegah penggunaan bahan yang tidak aman.
  • Koordinasi lintas lembaga dan instansi untuk memastikan tindakan yang dilakukan efektif dan berkelanjutan.
  • Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radiasi dan cara menghindari paparan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga sekitar serta menjaga lingkungan dari dampak negatif yang mungkin timbul.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan