Dua Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Dievakuasi, Satu Santri Selamat

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Dua Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Dievakuasi, Satu Santri Selamat


SIDOARJO, aiotrade
Pada hari kedua kejadian, dua korban yang terjebak dalam reruntuhan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ditemukan dalam kondisi meninggal dan hidup.

Bangunan mushala tiga lantai yang berada di area asrama putra Ponpes Al Khoziny Sidoarjo mengalami ambruk pada saat para santri sedang melakukan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (29/9/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proses evakuasi masih terus dilakukan hingga hari ketiga. Pada siang hari ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban. Salah satunya dalam kondisi hidup, sementara yang lainnya meninggal dunia.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Kepala Basarnas Pusat Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

“Satu korban dalam kondisi meninggal dunia dan satu lainnya alhamdulillah dalam kondisi baik. Mudah-mudahan korban tersebut cepat pulih dan kembali sehat,” ujar Syafii, Rabu (1/10/2025).

Menurut Syafii, dua korban tersebut ditemukan di lokasi sektor A1 atau dekat dengan pintu keluar reruntuhan bangunan. Korban yang masih hidup merupakan salah satu dari tujuh orang yang berstatus merah. Artinya, masih ada tanda-tanda kehidupan.

“Iya, jadi yang kita temukan dari zona merah tapi masih bisa berinteraksi,” tambahnya.

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti identitas kedua korban tersebut. Petugas akan segera merilis informasi terkait identitas mereka dalam waktu dekat.

Sementara itu, jumlah korban yang meninggal dunia sebelumnya mencapai tiga orang. Pertama, Maulana Ibrahimific (15), warga Bangkalan yang tinggal di Surabaya, meninggal pada Senin (29/9/2025).

Kemudian, Mashudul Haq (14) asal Surabaya dan Muhammad Sholeh (22) asal Bangka Belitung, yang meninggal di Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo pada Selasa (30/9/2025).

Sebelumnya, berdasarkan analisis tim SAR gabungan, penyebab ambruknya mushala adalah kegagalan konstruksi akibat ketidakmampuan bangunan menahan beban sesuai kapasitas seharusnya.

Tim SAR gabungan telah mendeteksi posisi korban berada di 15 titik yang tersebar di zona A1 dan A2. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berstatus merah (masih ada tanda kehidupan) dan delapan orang berstatus hitam (tidak ditemukan tanda kehidupan).

Proses Evakuasi Terus Berlangsung

Evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan masih berlangsung secara intensif. Tim SAR gabungan terus berupaya memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman.

Beberapa peralatan canggih digunakan untuk membantu proses pencarian, termasuk alat deteksi suara dan sensor kehidupan. Proses ini memakan waktu cukup lama karena struktur bangunan yang runtuh sangat kompleks dan berbahaya.

Selain itu, para petugas juga harus memperhatikan faktor keselamatan diri sendiri. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak menentu dan berisiko tinggi.

Peran Tim SAR Gabungan

Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lokal. Mereka bekerja sama untuk mempercepat proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban.

Setiap anggota tim memiliki peran masing-masing, mulai dari pencarian, pemindahan bangunan, hingga pemberian pertolongan pertama. Koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci keberhasilan proses evakuasi.

Kondisi Korban yang Masih Hidup

Salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi hidup masih menjalani perawatan medis. Para tenaga medis terus memantau kondisi kesehatannya dan memberikan perawatan yang diperlukan.

Meskipun dalam kondisi kritis, korban tersebut tampak responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini memberikan harapan bahwa ia akan segera pulih.

Kebutuhan Identifikasi Korban

Identifikasi korban yang meninggal dunia masih dalam proses. Petugas memerlukan data lengkap dari pihak ponpes dan keluarga korban untuk memastikan kebenaran identitas masing-masing.

Proses ini penting untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban dan memastikan bahwa semua korban diberi penghormatan yang layak.

Penyebab Kegagalan Konstruksi

Hasil analisis tim SAR menunjukkan bahwa kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama ambruknya bangunan mushala. Faktor-faktor seperti beban yang berlebihan dan struktur yang tidak memadai menyebabkan keruntuhan.

Para ahli konstruksi akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan