Kecelakaan Maut di Purworejo: Mobil MBG Tertabrak Kereta Api
Kecelakaan maut terjadi di wilayah Purworejo, Jawa Tengah, antara mobil berpelat MBG dan kereta api. Peristiwa ini menewaskan dua orang yang merupakan penumpang mobil tersebut. Kecelakaan terjadi saat mobil boks MBG melintas di perlintasan tanpa palang pintu wilayah Desa Dewi, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo sekira pukul 10.00 WIB.
Dua korban yang tewas adalah Retno Yugo Pamungkas, sang sopir, dan Nur Syarifudin, sebagai kernet. Retno Yugo Pamungkas meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan Nur Syarifudin dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Palang Biru Kutoarjo yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Evakuasi dramatis terjadi karena setengah badan mobil terendam di genangan air yang cukup dalam. Sedangkan boks mobil tanpa muatan yang terbuat dari rangkaian alumunium itu rusak parah dan berserakan di tepi jalan, tepatnya di perlintasan kereta api Desa Dewi KM 482 +3 Daop 6 Purwokerto.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Kapolsek Bayan AKP Tulus Priyanto mengonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi sekitar jam 10, melibatkan mobil MBG dan ada dua penumpangnya. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti tujuan dari mobil MBG tersebut.
"Tujuannya kita enggak tahu, ya," tambahnya.
AKP Tulus juga menjelaskan bahwa akibat benturan keras dengan KA Mataram, mobil MBG tersebut terpental hingga sekitar 10 meter dan tercebur ke genangan air di bawah jalur rel.
Pengalaman Warga Setempat
Abdul Wahab Setiawan (37), warga setempat, mengatakan sempat mendengar suara benturan keras dari arah rel sebelum mengetahui adanya kecelakaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa perlintasan tempat kejadian merupakan dua rel jalur aktif tanpa palang pintu yang sering dilalui kendaraan warga antar-desa.
Dia menyebutkan bahwa kejadian ini bukan pertama kali terjadi, sebab sudah sering terjadi kecelakaan tersebut. Untuk menghindari adanya korban selanjutnya, Abdul berharap pemerintah segera membangun palang pintu atau underpass di lokasi tersebut.
"Sudah beberapa kali kejadian di sini, baik disengaja maupun tidak. Harapannya segera dibuat palang pintu atau underpass karena ini jalan kabupaten dan ramai dilalui warga," ujarnya.
Evakuasi yang Sulit
Warga lain bernama Sarmanto mengatakan bahwa mobil sempat menabrak beton jembatan sebelum akhirnya jatuh ke dasar sungai dengan jarak sekitar 50 meter dari titik tabrakan. "Evakuasinya lumayan sulit karena posisi mobil ada di dalam air," ujarnya.
Dari informasi sementara, mobil tersebut merupakan kendaraan operasional MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Botodaleman yang saat kejadian dalam kondisi kosong tanpa muatan makanan. "Enggak ada isinya, kosong itu mobil," kata Sarmanto.
Tanggapan dari PT KAI
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang sempat terjadi. Setelah insiden, kereta sempat berhenti di Stasiun Kutoarjo untuk pengecekan rangkaian dan penggantian lokomotif sebelum melanjutkan perjalanan pada pukul 12.38 WIB.
"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak dan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, disiplin, serta mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang," kata Feni dalam keterangan tertulis.
