Dua Lapangan Baru Medco Energi Tambah Kontribusi Nasional

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Dua Lapangan Baru Medco Energi Tambah Kontribusi Nasional

Proyek Migas Baru MedcoEnergi Berkontribusi pada Peningkatan Produksi Minyak Nasional

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil mencatatkan pencapaian penting dalam sektor hulu migas dengan pengoperasian dua lapangan migas baru, yaitu Forel dan Terubuk, di wilayah kerja South Natuna Sea Block B, Kepulauan Riau. Dua lapangan ini resmi beroperasi pada pertengahan Mei 2025 dengan total investasi sekitar US$ 600 juta. Proyek ini akan menambah pasokan energi nasional hingga sebesar 20.000 BOPD minyak dan 60 MMSCFD gas, setara total produksi sekitar 30.000 BOEPD.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek ini menjadi salah satu penopang target produksi nasional tahun ini. Menurutnya, proyek ini memiliki nilai strategis karena seluruh proses pengembangannya dikerjakan oleh anak bangsa. "Proyek ini memiliki nilai strategis karena yang punya adalah anak kandung daripada republik Indonesia, pekerjanya juga. Termasuk kapal PSO-nya, 100% buatan TKDN Indonesia," ujarnya.

Bahlil juga melaporkan bahwa produksi minyak Indonesia hingga Oktober 2025 telah mencapai 605,5 ribu barel per hari (bph), naik 4,94% dibandingkan periode Januari–Oktober 2024. Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah tantangan alamiah sektor hulu migas, terutama karena banyak sumur tua yang membutuhkan investasi tambahan agar tetap produktif.

Adapun, tambahan produksi dari dua lapangan baru MedcoEnergi menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah mengejar target lifting minyak 605 ribu barel per hari pada tahun ini.

Sinergi antara Pemerintah, SKK Migas, dan Tim MedcoEnergi

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan menjelaskan bahwa produksi perdana (first oil) dari Lapangan Forel telah mencapai 10 ribu barel per hari (BOPD) dan seluruh hasil produksinya ditampung di Fasilitas Produksi, Penyimpanan, dan Bongkar Muat Terapung (FPSO) Marlin Natuna sebelum dikapalkan. "Keberhasilan Lifting Minyak Perdana ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Pemerintah, SKK Migas, dan tim MedcoEnergi," ujar Ronald Gunawan dalam keterangan resmi.

MedcoEnergi juga mencatat sejarah baru lewat penggunaan FPSO Marlin Natuna, proyek konversi kapal tanker pertama yang dikerjakan di Indonesia oleh tenaga kerja lokal. Proyek ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penguatan rantai pasok industri migas nasional.

Tanggapan dari Tokoh dan Pengamat Migas

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai capaian produksi 20 ribu barel per hari dari MedcoEnergi tergolong signifikan dalam konteks kondisi industri migas saat ini. “Angka 20 ribu barel per hari itu signifikan. Tidak sembarang proyek bisa menambah produksi sebesar itu sekarang. Ini akan bagus kalau bisa diduplikasi oleh perusahaan migas nasional lain,” ujar Pri Agung kepada aiotrade.

Sementara itu, pengamat migas Hadi Ismoyo menilai capaian MedcoEnergi merupakan prestasi penting bagi insan migas nasional. “Menyumbang 20 ribu barel per hari itu luar biasa. Ini sekitar 3% dari produksi nasional dan akan memperkuat capaian target produksi nasional,” ujarnya.

Menurut Hadi, strategi Medco yang mengintegrasikan seluruh sumber daya, baik di bawah permukaan maupun permukaan, menunjukkan efisiensi dan perencanaan pengembangan yang ekonomis. “Patut dicontoh, karena pendekatan efisien seperti ini yang membuat proyek hulu migas tetap kompetitif di tengah tantangan global,” ujarnya.

Kontribusi untuk Target Produksi Nasional

Pengoperasian dua lapangan baru MedcoEnergi tidak hanya memberikan dampak positif pada produksi minyak nasional, tetapi juga menjadi contoh nyata dari kolaborasi yang kuat antara pihak swasta dan pemerintah. Dengan total investasi sebesar US$ 600 juta, proyek ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 2.300 orang selama masa konstruksi. Selain itu, proyek ini juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penggunaan sumber daya lokal, termasuk kapal PSO yang sepenuhnya dibuat oleh tenaga kerja Indonesia.

Dengan adanya proyek ini, MedcoEnergi tidak hanya meningkatkan produksi minyak nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri migas global. Capaian ini menjadi indikasi bahwa sektor hulu migas masih mampu tumbuh meskipun menghadapi tantangan yang cukup besar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan