
Inisiatif Presiden Prabowo untuk Memasukkan Bahasa Portugis dalam Kurikulum Pendidikan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan keinginannya agar bahasa Portugis diajarkan di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Inisiatif ini disampaikan saat ia melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis (23/10/2025) pagi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, pemerintah telah menjadikan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib dan sedang merancang masukkannya bahasa isyarat ke dalam kurikulum pendidikan. Kini, Prabowo menambahkan bahasa Portugis sebagai salah satu prioritas dalam pendidikan nasional.
Dua Menteri yang Ditugaskan untuk Menyusun Kurikulum Bahasa Portugis
Untuk mewujudkan rencana ini, Prabowo menunjuk dua menteri kunci. Menteri Pertama yang diberi tugas adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto. Selain itu, Menteri Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, juga ditugaskan untuk membantu penyusunan kurikulum bahasa Portugis.
Prabowo menyatakan bahwa bahasa Portugis akan menjadi prioritas dalam pendidikan Indonesia, selain bahasa-bahasa lain seperti Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dan Rusia. Ia menegaskan pentingnya pengajaran bahasa Portugis dalam memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama antara Indonesia dan Brasil.
Pandangan Menteri Luar Negeri tentang Pengajaran Bahasa Portugis
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menilai bahwa bahasa merupakan alat penting dalam meningkatkan kerja sama antar negara. Oleh karena itu, Prabowo memerintahkan agar bahasa Portugis diajarkan di kampus dan sekolah. Meski begitu, Sugiono belum memberikan detail lebih lanjut tentang kapan rencana tersebut akan dilaksanakan.
“Nanti pelaksanaan di tingkat mana akan ditentukan oleh kementerian terkait,” ujar Sugiono, seperti dikutip dari Kompas TV, Kamis (23/10/2025).
MoU antara Indonesia dan Brasil
Selain inisiatif pengajaran bahasa Portugis, Indonesia dan Brasil juga menandatangani delapan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Berikut daftar MoU yang ditandatangani:
- Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama Energi dan Pertambangan
- Memorandum Saling Pengertian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama Sains, Teknologi, dan Inovasi
- Memorandum Saling Pengertian antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama dalam Tindakan Sanitari dan Fitosanitari serta Sertifikasi
- Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik Indonesia dan Institute Geography dan Statistik Brasil tentang Kerjasama di Bidang Statistik
- Memorandum Saling Pengertian antara Danantara Indonesia dan GBS
- Memorandum Saling Pengertian antara PT Perusahaan Listrik Negara Persero Indonesia dan J&F S.A Brasil
- Memorandum Saling Pengertian antara Pertamina dan Fluxus
- Memorandum Saling Pengertian antara KADIN dan APEC tentang Kerjasama Promosi Dagang
Potensi dan Manfaat Pengajaran Bahasa Portugis
Pengajaran bahasa Portugis di Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Brasil, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan budaya. Dengan kemampuan berbahasa Portugis, para siswa dan mahasiswa akan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja atau studi di negara-negara berbahasa Portugis, seperti Brazil, Portugal, dan negara-negara Afrika yang menggunakan bahasa tersebut.
Selain itu, peningkatan pemahaman terhadap bahasa Portugis juga dapat memperluas wawasan budaya dan memperkaya interaksi internasional. Dengan adanya MoU yang ditandatangani antara Indonesia dan Brasil, kerja sama di berbagai sektor seperti energi, teknologi, dan perdagangan juga akan semakin kuat.
Langkah Selanjutnya
Dalam waktu dekat, kedua menteri yang ditugaskan akan mulai menyusun kurikulum bahasa Portugis. Proses ini akan melibatkan ahli bahasa, pendidik, dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan standar pendidikan nasional.
Pengajaran bahasa Portugis diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperluas jaringan diplomasi dan ekonomi Indonesia di tingkat global.