Dua Nama Penyerang Masjid Dunia Terungkap, Polisi Beberkan Fakta Baru tentang SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Dua Nama Penyerang Masjid Dunia Terungkap, Polisi Beberkan Fakta Baru tentang SMAN 72 Jakarta
Dua Nama Penyerang Masjid Dunia Terungkap, Polisi Beberkan Fakta Baru tentang SMAN 72 Jakarta

Fakta Terbaru Mengenai Penemuan Senapan di SMAN 72 Jakarta

Pihak kepolisian mengungkapkan fakta baru terkait insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025). Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah senapan dan pistol yang dibawa oleh terduga pelaku berinisial FN, siswa kelas XII sekolah tersebut.

Yang memicu kegaduhan adalah adanya tulisan dua nama penyerang masjid dunia, yakni Alexander Bissonette dan Brenton Tarrant. Keduanya diketahui sebagai pelaku serangan di masjid di Kanada dan Selandia Baru. Selain nama itu, ada juga tulisan lain seperti "For Agartha", "Brenton Tarrant", dan "Alexander Bissonette." Tulisan "natural selection" dan "Luca Trajo" juga ditemukan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, hingga saat ini belum diketahui hubungan antara tulisan-tulisan tersebut dengan apa yang dilakukan oleh FN. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada keterkaitan antara tulisan-tulisan tersebut dengan motif pelaku.

Polda Metro Jaya Menegaskan Senapan Hanyalah Mainan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menegaskan bahwa benda yang menyerupai senapan tersebut hanyalah mainan. Ia menyampaikan hal ini dalam pernyataannya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).

"Kami sampaikan bahwa yang menyerupai benda, yang menyerupai senjata dan pistol adalah mainan," ujar Bhudi seperti dikutip dari Kompas.com. Ia memastikan kondisi saat ini sudah aman dan meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

"Tidak perlu khawatir, tidak perlu resah. Semua sudah dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya," kata dia. Meskipun demikian, Bhudi belum bisa menjelaskan secara rinci tentang pelaku ledakan ini. Termasuk juga soal adanya bom rakitan di lokasi. Sebab, tim di lokasi masih melakukan olah TKP.

"Ini juga masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying? Ini juga masih kita dalami," ucap dia.

Kronologi Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Sebelumnya diberitakan, ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) terjadi saat kegiatan salat Jumat tengah berlangsung dan membuat suasana berubah mencekam.

A, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta, menceritakan bahwa suara ledakan terdengar ketika seluruh jemaah masih dalam posisi duduk berdoa menjelang akhir khotbah. "Jadi kronologinya itu saat lagi salat, pada masih kotbah kan masih doa, pas mau selesai doa ada yang meledak di belakang."

Menurut A, suara ledakan berasal dari bagian belakang masjid dan disertai bau menyengat seperti bahan kimia. Setelah ledakan terjadi, suasana langsung berubah panik. Para siswa dan guru berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Beberapa orang terlihat mengalami luka bakar dan segera dibawa ke ruang kesehatan sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Ia menyebutkan, jumlah korban luka diperkirakan mencapai belasan orang, terdiri dari siswa dan staf sekolah. Sebagian besar korban merupakan siswa kelas X dan XI yang saat itu mengikuti salat Jumat bersama di masjid sekolah. "Ada yang kena luka bakar, dibawa ke balai kesehatan. Siswa mungkin 15, staf mungkin ada 5 orang. Itu masih perkiraan."

Setelah ledakan terjadi, para korban pun dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans ke beberapa rumah sakit. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membantu mengevakuasi para korban. Tak lama setelah itu, tim Gegana Korps Brimob Polri dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.

Petugas bersenjata lengkap melakukan pemeriksaan di sekitar masjid guna memastikan tidak ada benda mencurigakan lain yang tertinggal. Hingga saat ini, area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI.

Sebelumnya, sejumlah saksi juga menyebut sempat melihat orang mencurigakan masuk ke masjid sebelum kejadian. Polisi kini masih mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan