Dua Nelayan Abdya Ditemukan Setelah Hilang Enam Hari di Laut

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 25x dilihat
Dua Nelayan Abdya Ditemukan Setelah Hilang Enam Hari di Laut
Dua Nelayan Abdya Ditemukan Setelah Hilang Enam Hari di Laut

Dua Nelayan Selamat Setelah Terombang-ambing di Laut

Dua nelayan asal Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sebelumnya hilang selama enam hari di laut akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Ketapang, Kabupaten Aceh Singkil pada Sabtu (25/10/2025) pukul 09.30 WIB. Kedua nelayan tersebut bernama Agung (29) dan M Aidil Maulana Syahputra (19). Mereka merupakan awak kapal KM Aneuk Shogun 03.

Mereka dilaporkan hilang kontak sejak 19 Oktober 2025, saat hendak melangsir ikan dari kapal induk KM Shogun di tengah laut. Kasat Polairud Polres Abdya, Iptu Nurdi mengatakan bahwa kedua nelayan tersebut ditemukan dalam kondisi lemah setelah terombang-ambing di laut tanpa bahan bakar dan makanan yang cukup. “Mereka terombang-ambing di perairan Ketapang, Aceh Singkil karena kehabisan minyak dan diterjang badai,” ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nelayan yang menemukan keduanya adalah Nazuardin, warga Kuala Baru, Aceh Singkil. Ia mengaku melihat perahu kecil terapung di tengah laut tanpa arah dan segera mendekati untuk memastikan kondisinya. “Saat dihampiri, mereka tampak sangat lemah dan sudah kehabisan bekal. Kemudian ia langsung membantu dan membawa ke daratan,” jelasnya.

Setibanya di Kuala Baru, kedua korban diserahkan kepada Panglima Laot Kuala Baru dan aparat setempat untuk mendapatkan pertolongan. Mereka diberi makanan, minuman, serta diperiksa kondisinya sebelum diberitahu ke Abdya. “Atas temuan ini, mereka langsung koordinasikan dengan kita agar proses pemulangan berjalan aman. Saat ini keduanya masih ditampung sementara di Kuala Baru,” ucap Nurdi.

Setelah menerima laporan dari nelayan penyelamat, Satpolairud Polres Abdya, Pos TNI AL Abdya berkoordinasi dengan BPBK, Tagana Abdya, dan tim SAR untuk membicarakan teknis penjemputan kedua nelayan tersebut.

Terkait pemulangan kedua nelayan tersebut, Plt Kepala BPBK Abdya, Nazaruddin mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada pimpinan dan koordinasi dengan dinas terkait. “Insya Allah dalam waktu dekat akan kita ambil kesimpulan. Sekarang yang terpenting adalah mereka selamat dan keluarga di Abdya juga tidak merasa resah lagi,” pungkas Nazaruddin.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa hilangnya dua nelayan ini pertama kali dilaporkan oleh Ridwan (45), warga Gampong Delima Jaya, Susoh, pemilik kapal induk KM Shogun ke Sat Polairud Polres Abdya pada Jumat (24/10/2025). Dari laporan awal, keduanya hilang setelah kapal kedua nelayan tersebut—KM Aneuk Shogun 03, gagal merapat ke kapal induk KM Shogun karena gelombang tinggi dan angin kencang di lokasi unjam (rumpon).

Setelah kejadian itu, kapal induk kembali ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga pada 18 Oktober 2025, namun KM Aneuk Shogun 03 belum juga terlihat kembali, sehingga diduga mengalami insiden di laut. Setelah menerima laporan tersebut, Sat Polairud bersama Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya melakukan pencarian di pesisir laut Abdya.

Cuaca Ekstrem, BPBK Imbau Nelayan Hati-hati

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau nelayan kabupaten setempat agar tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem. "Kami mengimbau agar para nelayan tetap berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Utamakan keselamatan," kata Kepala BPBK Abdya, Nazaruddin, Sabtu (25/10/2025).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai gelombang tinggi yang mencapai 2,5-4 meter di perairan barat Aceh, termasuk wilayah Abdya dan Aceh Singkil, dalam sepekan terakhir. Kondisi ini, kata Nazaruddin, tentu sangat berbahaya bagi nelayan saat menangkap ikan di laut.

Untuk itu, sebelum melaut para nelayan hendaknya memantau prakiraan cuaca. "Cek informasi cuaca dan kondisi gelombang secara rutin melalui aplikasi atau radio untuk merencanakan pelayaran yang aman," ucapnya. Kemudian, sambungnya, nelayan harus periksa dan pastikan kapal dalam kondisi prima. "Kapal yang stabil dan memiliki peralatan keselamatan lengkap seperti pelampung, kompas, dan GPS sangat penting, termasuk pastikan perlengkapan darurat tersedia dan dalam kondisi baik sebelum berangkat," imbuhnya.

Jika cuaca buruk tiba-tiba muncul saat di laut, Nazaruddin mengingatkan nelayan agar segera cari tempat berlindung terdekat seperti pesisir atau pulau terdekat dan berikan sinyal darurat jika diperlukan. "Saat di laut, pastikan semua kru mengenakan alat pelindung diri dan berada di dalam kabin atau di tengah kapal yang lebih stabil," jelasnya.

Tapi ketika cuaca sedang buruk seperti saat ini, lanjutnya, alangkah baiknya para nelayan berlibur melaut untuk sementara waktu. "Sebaiknya sementara waktu libur dulu untuk melaut. Nanti, saat cuaca sudah normal, baru kembali melaut. Sebab, resikonya sangat tinggi," pungkas Nazaruddin.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan