
Nelayan di Kepulauan Mentawai Ditemukan Selamat Setelah Hilang Kontak
Dua orang nelayan dari Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah tidak kunjung kembali dari melaut. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (1/11/2025), dan akhirnya kembali ke Pelabuhan Nelayan Masabuk pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 13.45 WIB.
Kedua nelayan tersebut adalah Jaswir Sababalan (32 tahun) dan Ruli (80 tahun). Mereka berangkat melaut menggunakan longboat bermesin 5 PK berwarna biru untuk mencari ikan di perairan Buriai, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Mereka membawa perbekalan untuk empat hari, tetapi hingga beberapa hari kemudian, mereka belum juga kembali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perasaan khawatir membuat keluarga melaporkan kehilangan kedua nelayan tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai. Informasi ini disampaikan oleh warga bernama Yori Febrina pada Jumat (7/11/2025) pukul 10.45 WIB.
Operasi SAR Dilakukan dengan Cepat
Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai segera bertindak. Mereka diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 11.15 WIB menggunakan KN SAR Ramawijaya 240. Estimasi waktu tempuh dari Dermaga Tua Pejat sekitar tujuh jam. Cuaca di lokasi saat itu dilaporkan hujan dengan kecepatan angin antara 5–10 knots dan gelombang setinggi 1–1,7 meter.
Pada pukul 13.45 WIB, tim menerima kabar gembira bahwa kedua nelayan telah kembali ke pelabuhan nelayan Masabuk. Petugas langsung melakukan konfirmasi kepada keluarga untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Pada pukul 13.50 WIB, dinyatakan bahwa keduanya benar-benar telah tiba dalam keadaan selamat.
KN SAR Ramawijaya 240 kemudian kembali ke Dermaga Tua Pejat dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB untuk melakukan debriefing dan evaluasi operasi. Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Mentawai, TNI AL, dan Polair Polres Kepulauan Mentawai.
Penutupan Operasi dan Pesan Keselamatan
Operasi resmi ditutup pada pukul 17.50 WIB setelah dipastikan semua korban dalam kondisi aman. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja cepat dan sigap.
"Kami bersyukur kedua nelayan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bergerak cepat dan sigap dalam operasi kali ini," ujar Rudi.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca dan menyiapkan alat komunikasi darurat sebelum melaut. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Setelah operasi selesai, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kegiatan penutupan dilakukan dengan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak.
Proses Pencarian dan Koordinasi
Selama operasi pencarian, petugas terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan masyarakat setempat. Mereka memastikan bahwa informasi yang diperoleh akurat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pencarian. Selain itu, tim SAR juga memantau kondisi cuaca dan laut secara berkala untuk memastikan keamanan selama operasi.
Berdasarkan pengalaman operasi ini, pihak Basarnas Mentawai berharap bisa meningkatkan koordinasi dan persiapan lebih awal dalam situasi serupa. Dengan demikian, potensi risiko bisa diminimalkan dan keselamatan nelayan lebih terjamin.