
Nelayan yang Hilang Kontak di Perairan Air Bangis Ditemukan dengan Selamat
Pada Minggu (9/11/2025), dua nelayan asal Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berhasil ditemukan dengan selamat setelah dilaporkan hilang kontak di perairan Air Bangis. Kedua nelayan tersebut adalah Syamsidar (47) dan Suman (40). Mereka diketahui hilang kontak pada Sabtu (8/11/2025) di perairan Air Bangis.
Peristiwa ini awalnya dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Penyelamatan kemudian dibantu oleh petugas dari Pos SAR Pasaman. Operasi pencarian berlangsung sejak Jumat (7/11/2025) malam, ketika keduanya belum kembali ke daratan setelah berangkat melaut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa informasi awal korban hilang kontak diterima dari Yance, Wali Jorong setempat, pada Sabtu (8/11/2025) pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dua nelayan yang belum kembali setelah berangkat melaut pada Jumat malam pukul 23.00 WIB.
“Kedua nelayan itu bernama Syamsidar (47) dan Suman (40), keduanya warga Air Bangis. Keluarga sempat melaporkan ke Wali Jorong karena hingga pagi korban belum kembali. Upaya pencarian awal oleh nelayan setempat juga belum membuahkan hasil,” ujar Abdul Malik kepada wartawan.
Tim SAR dari Pos SAR Pasaman kemudian diberangkatkan pukul 09.30 WIB menuju Dermaga RIB 03 dengan enam orang personel. Selanjutnya, RIB 03 dilepas sekitar pukul 09.50 WIB menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kapal nelayan, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam dari Dermaga Sasak.
“Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°6'47.71"N - 99°19'51.92"E, atau sekitar 24 mil laut dari Dermaga Sasak,” kata Abdul Malik.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR membawa sejumlah alat utama (Alut) dan peralatan SAR (Palsar), seperti RIB 03, kendaraan rescue double cabin, perlengkapan komunikasi, medis, hingga drone untuk membantu pencarian dari udara.
Adapun faktor cuaca menjadi salah satu kendala di lapangan. Berdasarkan informasi dari BMKG Maritim, gelombang laut di sekitar lokasi mencapai 1 hingga 2 meter, dengan kondisi cuaca berawan dan kecepatan angin sekitar 8 knot.
“Tim masih berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban diduga melaut. Kami juga terus berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat setempat untuk memperluas area pencarian,” tutur Abdul Malik.
Proses Pencarian dan Penemuan Nelayan
Setelah dilakukan perbaikan di lokasi, perahu yang ditumpangi korban kemudian dikawal oleh tim SAR gabungan menuju Dermaga Air Bangis dengan selamat. Pukul 15.30 WIB, tim SAR sampai di Dermaga Air Bangis, dan operasi SAR resmi ditutup. Kemudian, semua unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan, “Kedua korban sudah berhasil ditemukan dengan selamat dan operasi SAR telah ditutup,” kata Abdul Malik.
Sekitar pukul 14.47 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat pada koordinat 0°3'40.00" U - 99°14'30.45" T.
Perahu yang ditumpangi korban mengalami kerusakan mesin, sehingga perlu dilakukan perbaikan di lokasi sebelum akhirnya dikawal oleh tim SAR gabungan menuju Dermaga Air Bangis.
Faktor Cuaca dan Tantangan dalam Operasi SAR
Cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pencarian. Gelombang laut mencapai 1 hingga 2 meter, dengan kondisi cuaca berawan dan kecepatan angin sekitar 8 knot. Meskipun begitu, tim SAR tetap berupaya mencari korban di sekitar lokasi terakhir mereka diduga melaut.
Selain itu, tim SAR juga terus berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat setempat untuk memperluas area pencarian. Dengan bantuan alat seperti drone, tim SAR dapat melakukan pencarian dari udara, yang sangat membantu dalam menentukan lokasi pasti korban.
Operasi pencarian ini menunjukkan komitmen tinggi dari pihak SAR dalam menjaga keselamatan nelayan dan masyarakat yang bekerja di laut. Dengan dukungan teknologi dan koordinasi yang baik, operasi SAR berhasil menyelesaikan misinya dengan sukses.