Dua Proyek INA Tambah Rp 482 Triliun ke PDB Sumatra

admin.aiotrade 17 Nov 2025 2 menit 18x dilihat
Dua Proyek INA Tambah Rp 482 Triliun ke PDB Sumatra

aiotrade.CO/ID - JAKARTA.

Dua proyek investasi besar yang dikerjakan oleh Indonesia Investment Authority (INA) di Sumatra disebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Studi yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari dua proyek tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyek yang dianalisis adalah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggi Besar (BTB) di Lampung dan Pelabuhan Internasional Belawan New Container Terminal (BNCT) di Sumatra Utara. Kedua proyek ini dianggap sebagai bagian penting dari strategi pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jalan Tol BTB, yang menghubungkan Bakauheni dan Lampung Tengah, diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar Rp 400 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, tol ini berpotensi menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja setiap tahun selama masa konsesinya dari 2015 hingga 2067. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur tetapi juga pada peningkatan kesempatan kerja.

Wakil Direktur Riset LPEM FEB UI, Jahen F. Rezki, menjelaskan bahwa proyek BTB memiliki Rasio Manfaat-Biaya Ekonomi (Economic Benefit-Cost Ratio/EBCR) sebesar Rp 2,59. “Artinya, setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 2,59,” ujar Jahen di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Di sektor logistik, proyek BNCT yang berada di sepanjang Selat Malaka dan bertujuan meningkatkan kapasitas dari 600.000 TEUs menjadi 1,4 juta TEUs, diperkirakan memberi nilai tambah sekitar Rp 82 triliun bagi perekonomian nasional hingga tahun 2072. Dengan demikian, total nilai tambah ekonomi yang diproyeksikan dari kedua proyek tersebut mencapai Rp 482 triliun sepanjang masa konsesi.

Ketua Dewan Direktur INA, Ridha Wirakusumah, menekankan bahwa temuan ini menunjukkan efektivitas investasi jangka panjang yang dijalankan INA bersama mitra global, termasuk ADIA, APG, dan DP World. Kemitraan tersebut telah menciptakan efek pemicu perubahan (catalytic effect) yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial.

“Laporan ini menunjukkan bagaimana kemitraan investasi strategis jangka panjang mampu mengubah modal menjadi nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Dampaknya bahkan bisa melampaui angka di neraca keuangan,” kata Ridha.

Selain dampak ekonomi, proyek BTB juga berhasil memangkas waktu tempuh Bakauheni–Bandar Lampung dari lima jam menjadi dua jam, dengan potensi penghematan biaya lebih dari Rp 170 triliun. Sementara itu, revitalisasi BNCT diperkirakan menghemat biaya hingga Rp 60 triliun melalui efisiensi waktu dan penurunan biaya penanganan terminal.

Dari studi ini, terlihat bahwa proyek-proyek yang dikelola oleh INA memiliki dampak yang sangat luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Ini menunjukkan bahwa investasi infrastruktur yang tepat dapat menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan