Dubes Iran Boroujerdi: Hormuz Kembali Normal Jika Damai Terwujud

Dubes Iran Boroujerdi: Hormuz Kembali Normal Jika Damai Terwujud

Perdamaian di Selat Hormuz Bergantung pada Keputusan AS dan Israel

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz bisa kembali normal jika perdamaian tercapai. Namun, ia menekankan bahwa perdamaian tersebut sangat bergantung pada keputusan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam merespons persyaratan yang diajukan oleh Iran.

Menurut Boroujerdi, hingga saat ini perundingan masih berlangsung, meskipun belum ada hasil akhir. Ia menjelaskan bahwa Iran telah mengajukan sejumlah syarat melalui meja perundingan. Jika persyaratan tersebut dapat dipenuhi oleh AS dan Israel, maka perdamaian akan segera terwujud. Hal ini juga akan memastikan kelancaran lalu lintas kapal pembawa minyak yang melewati Selat Hormuz.

"Kami berharap mereka (AS dan Israel) sudah mencapai titik penyesalan," ujar Boroujerdi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Atsaqofah, dikutip pada Sabtu (18/4). Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan melancarkan serangan bila kedua negara tersebut tidak memulai lebih dulu. Menurutnya, tindakan Iran saat ini adalah untuk membuat AS dan Israel sadar bahwa kedua negara itu telah melakukan kesalahan.

Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada Iran. Termasuk dukungan dari 14 organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Islam (LPOI). Ia berharap seluruh umat Islam di Indonesia terus menyebarkan semangat persatuan. "Sampaikan pesan-pesan seperti itu lewat media sosial dan lainnya," ajaknya.

Surat untuk Mojtaba Khamenei Diteruskan oleh KH. Said Aqil Siradj

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Atsaqofah dan Ketua Umum LPOI, KH. Said Aqil Siradj, menyampaikan bahwa pihaknya telah menitipkan surat untuk pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Surat tersebut dititipkan langsung kepada Boroujerdi. Dalam surat tersebut disampaikan dukungan moral terhadap Iran dari Indonesia.

"Tidak ada yang menyangka Iran bisa bertahan sampai seperti sekarang," ujarnya. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan dan penjajahan di dunia harus dihentikan. Termasuk serangan bertubi-tubi yang terus ditujukan kepada rakyat Palestina di Gaza.

KH. Said Aqil menyatakan bahwa perdamaian di Gaza harus diwujudkan. Demikian pula di Lebanon yang belakangan terus digempur oleh militer Israel. Ia menilai bahwa semua konflik yang terjadi di dunia harus segera diakhiri agar tercipta ketenangan dan keadilan bagi seluruh rakyat.

Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Iran

Selain itu, Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia. Ia mengatakan bahwa dukungan ini sangat penting dalam memperkuat hubungan antara Iran dan Indonesia. Ia berharap masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan forum diskusi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan perdamaian tidak hanya bergantung pada negara-negara besar, tetapi juga pada dukungan masyarakat global. Dengan demikian, ia berharap masyarakat Indonesia terus menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian dunia.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Boroujerdi menegaskan bahwa Iran berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Ia berharap AS dan Israel dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan mengambil langkah-langkah yang bijaksana dalam menangani konflik.

Ia juga menyampaikan harapan bahwa hubungan antara Iran dan Indonesia akan terus berkembang, terutama dalam hal kerja sama ekonomi, budaya, dan politik. Dengan dukungan masyarakat Indonesia, ia percaya bahwa Iran akan terus mendapatkan pengakuan dan dukungan internasional.

Dalam kesimpulannya, Boroujerdi mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Ia menilai bahwa perdamaian adalah kunci untuk menghindari konflik dan membawa manfaat bagi seluruh rakyat.