Dugaan Pelecehan Seksual di Delta Spa, Polisi Minta KPAI Jelaskan

admin.aiotrade 22 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
Dugaan Pelecehan Seksual di Delta Spa, Polisi Minta KPAI Jelaskan

Penyelidikan Terkait Kematian RTA yang Diduga Diakibatkan Eksploitasi Seksual

Polres Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan terkait dugaan eksploitasi seksual yang dilakukan di balik kematian RTA, seorang terapis anak di Delta Spa. Meskipun kasus ini menarik perhatian publik, informasi lebih lanjut masih terbatas karena pihak berwajib enggan memberikan penjelasan rinci.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly tidak menjawab pertanyaan mengenai proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Ia meminta media untuk menghubungi sumber informasi yang terkait dengan dugaan tersebut. "Tanyakan kepada KPAI saja dari mana mereka mendapatkan informasi," ujar Nicolas melalui pesan singkat kepada salah satu media, Rabu, 22 Oktober 2025.

Dugaan Eksploitasi Seksual yang Dilakukan oleh Delta Spa

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menyatakan bahwa korban diduga dieksploitasi secara seksual ketika menjadi terapis di Delta Spa. Menurutnya, ada tindakan tertentu dalam layanan spa yang melibatkan bagian tubuh sensitif korban. "Ada tindakan (pelayanan) di spa itu sampai urut kelamin," ujar Ai Maryati kepada media pada Senin, 20 Oktober 2025.

Eksploitasi ini disebut terus berlanjut karena korban diduga sering bekerja di luar jam kerja normal. RTA dipaksa memberikan layanan seksual bagi pelanggan Delta Spa meskipun hanya menerima gaji sebesar 1 juta rupiah setiap bulannya. Hal ini menunjukkan adanya penindasan dan manipulasi terhadap korban.

Tekanan Finansial dan Keterbatasan Kebebasan

Ai Maryati menyampaikan bahwa korban sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut. Namun, hal ini terhalang oleh biaya penalti yang sangat besar, yaitu antara Rp 50 juta hingga Rp 200 juta yang ditetapkan oleh perusahaan. Korban juga selalu diikuti oleh penjaga atau bodyguard tanpa alasan jelas, sehingga membuatnya sulit untuk bergerak bebas.

"Korban ingin berhenti, tetapi tidak bisa. Maka dia melakukan tindakan fatal tersebut, walaupun tujuan awalnya mungkin hanya ingin kabur," ujar Ai Maryati.

Tekanan Fisik dan Psikis yang Berat

Menurut Ai Maryati, fakta-fakta tersebut tentu membuat RTA mengalami tekanan fisik dan psikis yang sangat berat, terlebih lagi korban masih berusia anak. "Di usia 14 tahun, korban berada dalam bentuk pekerjaan terburuk anak," ucap dia melalui sambungan telepon.

Pencabutan Laporan Kasus Kematian RTA

Sementara itu, laporan terkait kasus kematian RTA justru ditarik kembali oleh pihak keluarga lebih sepekan yang lalu. “Tanggal 13 Oktober itu, pelapor dalam hal ini kakak korban juga mengirimkan surat kepada penyidik bahwa laporan tersebut dicabut karena sudah ada perdamaian,” ujar Nicolas, Selasa, 21 Oktober 2025.

Meskipun laporan tersebut sudah dicabut, Nicolas menegaskan bahwa polisi akan tetap melakukan penyelidikan. Penyidik akan meminta keterangan dari kakak korban mengenai pencabutan laporannya itu.

Annisa Febiola ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan